Home / Korporasi / BUMN / GMFI Alami Tekor Modal Hingga USD248, 9 Juta Di Juni 2025

GMFI Alami Tekor Modal Hingga USD248, 9 Juta Di Juni 2025

MarketNews.id- Akuntan Publik pemeriksa laporan keuangan semester I 2025 Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI), mencuplik indikasi adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Pasalnya, GMFI mengalami tekor modal atau defisiensi modal sedalam USD248,9 juta per 30 Juni 2025. Diperburuk dengan kewajiban jangka pendek melebihi aset lancar sebesar USD27,8 juta.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi pun mengungkapkan hal serupa pada catatan 37 tentang kelangsungan usaha perseroan.

“Hal hal itu yang menunjukan adanya ketidakpastian yang material terkait kemampuan GMFI untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,” kutipan laporan keuangan semester I 2025 GMFI, Rabu 17 September 2025.

Namun, Ronny stewart Akuntan Publik dari KAP Purwanto Susanti, dan Surja menilai GMFI menyusun laporan keuangan semester I 2025 secara wajar dalam semua hal yang material.

Sebenarnya, manajemen GMFI pun telah menyusun langkah untuk keluar dari kemelut keuangan itu. Misalnya dalam aspek operasional. GMFI akan meningkatkan pendapatan dari perusahaan non afiliasi melalui kontrak jangka panjang.

Sedangkan untuk aspek keuangan, GMFI akan melakukan konversi aset menjadi ekuitas dan aktif mencari inisiatif tambahan melalui skema serupa atau opsi aksi korporasi lainnya.

Hasilnya, pendapatan malah turun 17,5 persen secara tahunan menjadi USD178,95 juta pada akhir Juni 2025.

Bila dirinci, pendapatan reparasi dan overhaul turun 20,9 persen secara tahunan menjadi USD132,83 juta. Senasib, pendapatan dari lini usaha perawatan menyusut 9,66 persen secara tahunan menjadi USD34,6 juta.

Walau beban usaha turun 15,8 persen secara tahunan menjadi USD163,56 juta. Tapi laba usaha tetap merosot secara tahunan menjadi USD15,3 juta. Senasib, laba sebelum pajak penghasilan melorot 25 persen secara tahunan menjadi USD9,9 juta.

Demikian juga dengan laba bersih turun 34,5 persen secara tahunan menjadi USD8,7 juta.

Dampaknya, laba per saham melorot ke USD0,00024 per lembar pada akhir Juni 2025. Sedangkan akhir Juni 2024 setara USD0,0005 per helai.

Laba tersebut hanya dapat mengikis defisit 1,61 persen  dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD548,24 juta pada akhir Juni 2025.  

Abdul Segara

Check Also

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas Secara Berkelanjutan

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), mengapresiasi kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *