MarketNews.id-Link Net (LINK), mengalami penyusutan pendapatan sedalam 1,21 persen secara tahunan menjadi Rp2,52 triliun pada tahun 2024.
Pasalnya, pendapatan dari saluran TV Kabel pelanggan rumahan amblas 39,7 persen secara tahunan menjadi Rp929,62 miliar. Senasib, pendapatan jasa internet pita lebar merosot 4,3 persen secara tahunan menjadi Rp830,06 miliar.
Tapi pendapatan jasa tv kabel pelanggan korporasi melonjak 559,5 persen secara tahunan menjadi Rp277,58 miliar. Senada, pendapatan lain lain dari pelanggan korporasi melejit 387 persen secara tahunan menjadi Rp483,41 miliar.
Sayangnya beban bengkak 10,8 persen secara tahunan menjadi Rp4,291 triliun. salah satu pos beban yang naik paling tinggi secara persentase, beban jaringan dan beban langsung lainnya melambung 53,5 persen secara tahunan menjadi Rp1,064 triliun.
Dampaknya, rugi sebelum pajak penghasilan bengkak 34,06 persen secara tahunan menjadi Rp1,771 triliun.
Akhirnya, Presiden Direktur LINK, Kanishka Gayan Wickrama melaporkan rugi bersih Rp1,185 triliun pada tahun 2024. Nilai itu menukik 122,7 persen dibanding tahun 2023 yang tercatat rugi bersih Rp532,98 miliar.
Sehingga saldo laba belum dicadangkan turun 37,8 persen secara tahunan menjadi Rp1,92 triliun.
Mengutip laporan keuangan tahun 2024 telah audit emiten grup Axiata ini, Senin 10 Februari 2025 jumlah kewajiban Rp8,911 triliun. Angka ini bertambah 7,1 persen dibanding tahun 2023 yang tercatat Rp8,32 triliun.
Pada sisi lain, total ekuitas tumbuh 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp5,005 triliun pada akhir tahun 2024.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal