MarketNews.id- Bank Mega (MEGA ), melaporkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada tahun 2024 bengkak menjadi 1,69 persen dari posisi 1,57 persen pada akhir tahun 2023.
Dampaknya, cadangan kerugian penurunan nilai meningkat 9,9 persen secara tahunan menjadi Rp664,87 miliar.
Padahal kredit yang diberikan mengalami penyusutan 2,56 persen secara tahunan menjadi Rp64,654 triliun pada akhir tahun 2024.
Sejalan, pendapatan bunga bersih turun 7,8 persen secara tahunan menjadi Rp5,099 triliun. Demikian juga dengan pendapatan operasional lainnya merosot 20,6 persen secara tahunan menjadi Rp1,815 triliun.
Namun beban operasional lainnya bengkak 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp3,683 triliun. Akibatnya, laba sebelum beban pajak anjlok 25,01 persen secara tahunan menjadi Rp3,256 triliun.
Sehingga Direktur Utama MEGA, Kostaman Thayib melaporkan laba bersih Rp2,631 triliun pada tahun 2024. Hasil itu amblas 25,04 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp3,51 triliun.
Seiring, laba per saham dasar turut melorot ke level Rp224 per lembar pada akhir Desember 2024. Sedangkan akhir Desember 2023 berada di level Rp299 per helai.
Mengutip laporan keuangan MEGA tahun 2024 telah audit, Senin 10 Februari 2025 tercantum simpanan nasabah Rp91,4 triliun. Angka itu tumbuh 2,3 persen dibanding tahun 2023 sebesar Rp89,3 triliun.
Adapun rasio keuangan penting lainnya, CAR 25,77 persen; ROA 2,56 persen; dan ROE 13,62 persen.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal