Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indofood Kantongi Laba Bersih Rp8,76 Triliun Di Kuartal III 2024

Indofood Kantongi Laba Bersih Rp8,76 Triliun Di Kuartal III 2024

MarketNews.id- Indofood Sukses Makmur (INDF), membukukan pertumbuhan penjualan bersih secara tahunan menjadi Rp86,943 triliun pada akhir September 2024.

Rinciannya, penjualan produk konsumen bermerek senilai Rp51,269 triliun. pendapatan dari lini usaha Bogasari sebesar Rp23,218 triliun.

Kemudian lini usaha Agrbisnis menyumbang Rp11,818 triliun. Lalu, lini bisnis distribusi senilai Rp5,322 triliun.

Menariknya, beban pokok penjualan menyusut 0,78 persen secara tahunan menjadi Rp57,249 triliun.

Sehingga laba kotor terkerek 13,4 persen secara tahunan menjadi Rp29,693 triliun pada akhir September 2024.

Seirama, laba usaha meningkat 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp16,093 triliun. Demikian juga laba sebelum beban pajak penghasilan yang naik 23,4 persen secara tahunan menjadi Rp15,847 triliun.

Direktur Utama INDF, Anthoni Salim melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp8,76 triliun sepanjang 9 bulan 2024.

Hasil itu tumbuh 23,7 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp7,082 triliun.

Sejalan, laba periode berjalan yang dapat ditribusikan kepada kepentingan non pengendali naik 29,6 persen secara tahunan menjadi Rp3,524 triliun.  

Sehingga laba per saham dasar terdongkrak ke level Rp998 per lembar pada akhir September 2024. Sedangkan akhir September 2023 berada di level Rp807 per helai.

 “Dalam kondisi ekonomi global yang sedang beradaptasi, Indofood dapat mempertahankan kinerjanya yang positif di periode sembilan bulan tahun ini. Kami tetap optimis dengan waspada, serta tetap menjaga posisi neraca yang kuat dan keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas,” papar Anthoni Salim dalam keterangan resmi dikutip Jumat 1 Nopember 2024.

Perlu diketahui, jumlah kewajiban bertambah 1,6 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp87,546 triliun pada akhir September 2024.

Pada sisi lain, total ekuitas meningkat 7 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp107,94 triliun pada akhir September 2024.

Abdul Segara

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *