MarketNews.id-Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih Rp42,01 triliun sepanjang 9 bulan 2024, atau tumbuh 7,56 persen secara tahunan.
Senada, laba bersih per saham dasar turut terkerek ke level Rp450,19 per lembar pada akhir September 2024. Sedangkan akhir September 2023 berada di level Rp418,54 per helai.
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menjelaskan bahwa perolehan laba ditopang penyaluran kredit secara konsolidasi Rp 1.590 triliun atau tumbuhi 20,8 persen.
“Pencapaian tersebut juga ditopang oleh perluasan ekosistem berbasis digital dan optimalisasi bisnis pada perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan,”ungkap Darmawan dalam keterangan resmi, Rabu 30 Oktober 2024.
Ia merinci, pertumbuhan kredit ditunjang oleh kredit segmen wholesale yang merupakan lini bisnis utama. Capaian tersebut diikuti dengan kualitas aset yang terjaga dan semakin membaik, tercermin secara rasio kredit bermasalah atau rasio NPL Bank Mandiri sebesar 0,97 persen atau menurun 39 basis poin (bps) secara tahunan.
“ Adapun, pertumbuhan terbesar masih ditopang oleh kredit segmen korporasi yang mencatat pertumbuhan 29,4 persen secara tahunan menjadi Rp 581 triliun di akhir kuartal III 2024,” tulis dia.
Dia juga bilang penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang hingga September 2024 telah mencapai Rp 32,2 triliun dan menjangkau lebih dari 293 ribu pelaku UMKM.
Adapun, dalam penyaluran KUR ini, Bank Mandiri memperkuat sektor produksi serta membangun sinergi bisnis dengan nasabah wholesale untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas.
Darmawan menambahkan, ke depan Bank Mandiri akan terus memfokuskan pertumbuhan kredit pada sektor-sektor strategis secara berkelanjutan seperti Pertanian & Perkebunan, Telekomunikasi, Energi, Industri Makanan dan Minuman dan sektor-sektor padat karya di berbagai wilayah.
“Melalui strategi penyaluran kredit yang mengutamakan sektor ekonomi kerakyatan, kami optimis target pertumbuhan kredit sesuai guidance pada kisaran 16%-18% YoY dapat tercapai pada akhir tahun 2024,” imbuhnya.
Fungsi intermediasi tersebut diimbangi dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) secara konsolidasi yang tumbuh sebesar 14,9 persen secara tahunan menjadi Rp 1.667,5 triliun di kuartal III 2024.
Peningkatan DPK tersebut antara lain ditopang oleh pertumbuhan dana giro yang meningkat 17,8 persen secara tahunan menjadi Rp 596 triliun dan tabungan yang melesat 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp 635 triliun.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal