MarketNews.id Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki pekan ke dua bulan ini masih bergejolak. Tercermin dari masih tingginya frekwensi transaksi harian yang naik hingga 17,2 persen, begitu juga volume transaksi harian yang meningkat 3,62 persen dibanding pekan lalu. Sementara kapitalisasi pasar menurun 3,63 persen yang berdampak ikut turunnya Indeks 1,48 persen.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp11.352,54 triliun atau merosot 3,63 persen dibanding posisi akhir pekan sebelumnya, yakni Rp11.780,02 triliun.
Berdasarkan data perdagangan yang dikutip Minggu 14 Januari 2024, penurunan market cap tersebut diakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang mengalami penurunan 1,48 persen ke level 7.241 dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya 7.350.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) selama sepekan terakhir melambung 17,2 persen menjadi Rp9,78 triliun dari Rp8,34 triliun per hari, sepekan sebelumnya.
Capaian RNTH ini masih jauh lebih rendah dibanding target BEI 2024 sebesar Rp12,25 triliun per hari.
Rata-rata volume transaksi harian selama periode 8-12 Januari 2024 tercatat 16,81 miliar saham atau meningkat 3,62 persen dibanding sepekan sebelumnya yang hanya 16,28 miliar saham per hari.
Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir sebanyak 1.214.622 kali atau mengalami kenaikan 5,23 persen dibanding sepekan sebelumnya, 1.154.208 kali transaksi per hari.
Pada perdagangan Jumat 12 Januari 2024, investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp1,2 triliun. Sehingga, selama dua pekan pertama tahun ini nilai net foreign buy sudah mencapai Rp6,07 triliun.
Selama sepekan perdagangan, BEI menerima enam pencatatan saham, satu surat berharga perpetual dan satu obligasi. Enam perusahaan yang melakukan pencatatan perdana saham adalah PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) dan PT Manggung Polahraya Tbk (MANG).
BEI menerima pencatatan Obligasi VIII -2023 senilai Rp1 triliun yang diterbitkan PT Danareksa (Persero) dan Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan sebesar Rp335,19 miliar yang diterbitkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance.
Dengan demikian, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI selama tahun ini atau dua pekan pertama di 2024 sebanyak tiga emisi dari dua emiten, dengan nilai emisi Rp3,56 triliun. Maka, total obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 544 emisi dari 127 emiten, dengan outstanding Rp459,35 triliun dan USD32,362 juta.
Sementara Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 186 seri, dengan nilai emisi Rp5.726,74 triliun dan USD502,10 juta. Sedangkan, Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sepuluh emisi senilai Rp3,25 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal