Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Matahari Department Store Alami Penurunan Kas Hingga 46 Persen Di 2022. Beli Saham Treasury?

PT Matahari Department Store Alami Penurunan Kas Hingga 46 Persen Di 2022. Beli Saham Treasury?

MarketNews.id Buat perusahaan ritel posisi arus kas yang likuid merupakan salah satu indikator kesehatan perusahaan. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) pada laporan keuangan 2022 terlihat terjadi penurunan kas perseroan hingga 46 persen dibanding tahun sebelumnya. Manajemen LPPF menyebutkan penurunan kas perseroan diantaranya disebabkan pembelian saham treasury yang jumlahnya mencapai Rp1,1 triliun.

Matahari Department Store Tbk (LPPF), membenarkan terjadinya penurunan kas perseroan di tahun 2022, yang salah satu penyebabnya adalah dari pembelian saham treasuri senilai Rp1,1 triliun.

Menurut Susanto, Pjs. Corporate Secretary LPPF, penurunan kas perseroan pada tahun lalu sebesar 46 persen atau saldo kas turun sebesar Rp307,11 miliar menjadi Rp353,3 miliar di tahun 2022. Jika dilihat secara rinci penurunan kas tidak selamanya akibat dari pembelian saham treasuri sebab perseroan mengeluarkan biaya untuk kegiatan investasi, pengembangan usaha hingga pembayaran dividen.

Sebagaimana diketahui, selama tahun 2022 perseroan menghasilkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp2,33 triliun. Dari jumlah itu sebanyak Rp 0,28 triliun diinvestasikan untuk pembelian aset tetap, pembukaan toko baru, dan lain-lain.

Kemudian untuk pembayaran dividen sebesar Rp0,60 triliun, pembelian saham treasuri sebesar Rp1,11 triliun, dan pembayaran sewa sebesar Rp 0,63 triliun. Dengan rincian ini terlihat bahwa kas yang turun tidak serta merta karena adanya transaksi pembelian saham treasuri.

“Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi diprioritaskan untuk investasi pertumbuhan seperti untuk toko baru, perbaikan toko yang sudah ada, teknologi, pengembangan merek baru, dan lain-lain,” ujar Susanto dalam keterangannya, Rabu 13 September 2023.

Setelah dikurangi untuk keperluan pembiayaan investasi dan lainnya, LPPF saat ini memiliki saldo sekitar Rp100 miliar. Di sisi lain perseroan juga mempunyai fasilitas pinjaman rekening koran bank sebesar Rp50 miliar yang secara umum masih belum digunakan. Dia optimis bahwa perseroan akan tetap bisa menjaga kas perseroan secara positif di masa mendatang.

“Kami juga memiliki fasilitas pinjaman bank sebesar Rp1,7 triliun yang bisa kami gunakan di saat diperlukan dengan jangka waktu yang bisa dipilih secara fleksibel,” pungkas dia.

Meskipun sisa saldo ada sekitar Rp100 miliar, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman rekening koran sebesar Rp 50 miliar dan fasilitas pinjaman bank sebesar Rp 1,7 triliun yang dapat setiap saat digunakan oleh LPPF bila diperlukan.

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *