Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih Astra Int (ASII) Susut 16 Persen Jadi Rp5,9 Triliun Di Kuartal I 2026

Laba Bersih Astra Int (ASII) Susut 16 Persen Jadi Rp5,9 Triliun Di Kuartal I 2026

MarketNews.id-Sepanjang kuartal pertama tahun 2026 ini, PT Astra Internasional Tbk (ASII) alami penurunan laba bersih hingga 16 persen jadi Rp5,9 Triliun. Penurunan laba ini di kontribusi dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Sementara divisi otomotif naik empat persen jadi Rp2,4 triliun, jasa keuangan tumbuh enam persen jadi Rp2,3 triliun. Sedangkan agribisnis, infrastruktur, TI dan properti alami peningkatan signifikan di kuartal I 2026 ini.

Dampak dari penurunan kinerja di kuartal I 2026 ini, laba bersih per saham lebih rendah 15 persen menjadi Rp146 dari periode sebelumnya sebesar Rp171. Tanpa memperhitungkan  non-recurring charges , laba bersih per saham lebih rendah tujuh persen menjadi Rp170 dari sebelumnya Rp183.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan konsolidasian turun enam persen menjadi Rp78,7 triliun dari sebelumnya Rp83,36 triliun.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya kontribusi divisi alat berat, pertambangan, konstruksi & energi, yang mencatat penurunan laba hingga 79 persen menjadi Rp408 miliar.

Faktor utama penurunan adalah, minimnya penjualan emas dari Tambang Martabe serta turunnya permintaan alat berat akibat alokasi RKAB batubara nasional yang lebih rendah.

“Pada kuartal pertama tahun 2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” kata Presiden Direktur ASII, Rudy dalam keterangannya, Rabu 29 April 2026.

Meski demikian, sejumlah divisi lain menunjukkan performa positif. Divisi Otomotif & Mobilitas mencatat kenaikan laba bersih 4 persen menjadi Rp2,4 triliun dari Rp2,3 triliun. Hal ini didukung oleh bisnis mobilitas dan komponen meski penjualan mobil menurun.

Jasa Keuangan juga tumbuh enam persen menjadi Rp2,3 triliun berkat peningkatan pembiayaan konsumen. Sektor agribisnis juga tercatat meningkat 35 persen menjadi Rp298 miliar, infrastruktur meningkat 32 persen menjadi Rp343 miliar, teknologi informasi melonjak 47 persen menjadi Rp53 miliar, dan properti mencatat kenaikan signifikan 145 persen menjadi Rp115 miliar.

“Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” tuturnya.

Terkait dengan kinerja perseroan, ASII berkomitmen untuk terus meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham dengan cara melanjutkan program pembelian kembali saham.

Hingga Maret 2026, total buyback yang telah direalisasikan mencapai Rp2,7 triliun.
Selain itu, anak usaha utama Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), juga melanjutkan program buyback saham. Sejak program ini dimulai pada November 2025, total pembelian kembali saham mencapai Rp3 triliun.

Check Also

Kejar Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol

MarketNews.id-PT Pertamina (Persero), mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *