Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Penta Valent Tbk (PEVE) Jadi Emiten Ke Sembilan Tercatat Di BEI, Sebagai Perusahaan Distributor Obat

PT Penta Valent Tbk (PEVE) Jadi Emiten Ke Sembilan Tercatat Di BEI, Sebagai Perusahaan Distributor Obat

MarketNews.id PT Penta Valent Tbk (PEVE) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 24 Januari 2023, Perusahaan milik taipan Hermanto Tanoko ini berhasil meraup dana segar Rp 53,61 miliar. 

PEVE akan mencatatkan saham sejumlah 1,76 miliar saham. Angka itu termasuk kepemilikan saham oleh direksi. Dus, kapitalisasi pasar PEVE akan mencapai Rp 263,07 miliar. 

Perusahaan distributor produk farmasi ini memasang harga penawaran umum alias initial public offering (IPO) di Rp 149 per saham. Adapun PEVE menawarkan maksimal 353,12 juta saham. 

Adapun dana dari IPO ini akan diserap untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis PEVE. Antara lain untuk biaya operasional seperti biaya angkut, biaya kantor, biaya penjualan, biaya sewa, pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok.

Sebagai informasi, Penta Valent merupakan distributor produk-produk farmasi dan barang-barang konsumsi seperti kosmetik, personal care, toiletries dan household di Indonesia melalui 34 cabang dengan jangkauan nasional.


Sejak 2009, Penta Valent meningkatkan kompetensinya untuk mendistribusikan produk-produk rantai dingin atawa cold chain products (CCP). Produk dijaga pada rentang temperatur 2°C–8°C secara konstan pada waktu penyimpanan, pengiriman, sampai dengan diserahkan kepada rumah sakit atau apotek.

PT Tancorp Mega Buana menjadi pemegang saham mayoritas Penta Valent dengan kepemilikan 50,44%. Setelah IPO, Tancorp Mega Buana masih mayoritas dengan porsi kepemilikan 40,35%. 

Perusahaan ini menjadi entitas Tancorp Grup, yang mana konglomerat Hermanto Tanoko bertindak sebagai pemegang saham pengendali. Adapun Taipan asal Surabaya ini tercatat sebagai komisaris di Penta Valent.

Lalu, bagaimana kinerja perusahaan sebelum IPO. Bagi calon investor yang akan membeli di pasar sekunder dinilai perlu untuk mencermati kinerja keuangan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan PEVE yang dikutip Senin 23 Januari 2023, perusahaan milik konglomerat Tancorp Group, Herman Tanoko ini mencatatkan laba periode berjalan per 31 Juli 2022 sebesar Rp9,71 miliar atau meningkat 13,83 persen dibanding periode yang sama di 2021 senilai Rp8,53 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh nilai penjualan per 31 Juli 2022 yang mencapai Rp1,17 triliun atau bertumbuh 17 persen (year-on-year). Namun laba per saham PEVE hingga akhir Juli 2022 hanya tercatat senilai Rp10,2 per lembar atau menurun 16,32 persen dibanding per akhir Juli 2021 yang sebesar Rp12,19 per saham.

Emiten ini terpantau memiliki total aset per 31 Juli 2022 sebesar Rp649,34 miliar atau mengalami kenaikan dibanding per 31 Desember 2021 yang senilai Rp562,94 miliar.
Namun, total aset calon emiten ke-9 di 2023 tersebut lebih besar ditopang oleh jumlah liabilitas per 31 Juli 2022 yang mencapai Rp514,35 miliar atau lebih besar dibanding per 31 Desember 2021 yang sebesar Rp448,28 miliar.

Sementara itu, jumlah liabilitas itu lebih banyak pada liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp480,08 miliar per 31 Juli 2022 atau melonjak 18,74 persen dibanding per 31 Desember 2021. Sedangkan, liabilitas jangka panjang per akhir Juli 2022 senilai Rp34,27 miliar atau menurun dibanding per akhir Desember 2021 yang sebesar Rp43,98 miliar.

Per 31 Juli 2022, total ekuitas PEVE hanya senilai Rp134,98 miliar atau jauh lebih kecil dibanding total liabilitas yang mencapai Rp514,35 miliar. Perlu diketahui, total ekuitas perseroan hingga akhir Desember 2021 tercatat senilai Rp114,66 miliar.

Check Also

Pasar Modal Indonesia Donasikan Ambulan Dan Alat Kesehatan Buat Kabupaten Aceh Besar

MarketNews.id Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *