Home / Otoritas / Bank Indonesia / Bank Indonesia (BI) Akan Lakukan “Operation Twist” Jaga Suku Bunga Stabil Terkendali

Bank Indonesia (BI) Akan Lakukan “Operation Twist” Jaga Suku Bunga Stabil Terkendali

MarketNews.id Bank Indonesia (BI) akan lakukan langkah all-out untuk menjaga tingkat bunga obligasi pemerintah agar stabil hingga tidak menimbulkan gejolak. Langkah di atas dilakukan melalui penjualan obligasi pemerintah bertenor pendek untuk meningkatkan imbal hasil sehingga menarik buat investor asing.

Disisi lain, BI akan membeli obligasi Pemerintah bertenor panjang sehingga akan membantu Pemerintah mengendalikan biaya pinjaman. Ini merupakan kebijaksanaan bauran yang dilakukan oleh BI untuk mendukung Pemerintah menjaga perekonomian agar tetap tumbuh positif.

Bank Indonesia berniat untuk memastikan agar kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah pada tahun 2023 tidak akan berlebihan.
BI akan berusaha mempertahankan imbal hasil obligasi 10-tahun di bawah rata-rata 7,9% tahun depan. Imbal hasil 7,9% merupakan asumsi rata-rata  yield  obligasi pemerintah dalam APBN 2023.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan pembatasan imbal hasil itu akan dilakukan melalui “operation twist”. Bank sentral akan menjual obligasi pemerintah bertenor pendek untuk meningkatkan imbal hasilnya sehingga lebih menarik bagi investor asing. Bersamaan dengan itu, BI akan membeli obligasi pemerintah bertenor panjang sehingga akan membantu pemerintah mengendalikan biaya pinjaman.

“Kalau kita serahkan ke pasar,  yield  bisa naik sampai 8% atau lebih. Tapi dengan kita beli di pasar sekunder … kenaikan  yield  tidak harus terlalu tinggi,” kata Perry di dalam dengar pendapat dengan DPR, Rabu 23 November 2022. Ia mengasumsikan, pasar akan meminta  spread  400 basis poin di atas imbal hasil US Treasury.

BI memperkenalkan  operation twist  tahun ini untuk melepas beberapa obligasi pemerintah yang terakumulasi selama pandemi Covid-19. Ketika itu, BI mengadopsi kebijakan moneter yang sangat longgar untuk membantu ekonomi Indonesia agar dapat mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi.

Awal pekan ini, dihadapan anggota parlemen, Perry mengatakan BI telah membeli obligasi senilai Rp974,09 triliun di pasar perdana sejak 2020, dan kemungkinan akan meningkat menjadi Rp1.144 triliun pada akhir tahun.

Demi memenuhi undang-undang, kata Perry, BI tidak akan lagi membeli obligasi di pasar perdana mulai tahun depan, tetapi akan melanjutkan operasinya di pasar sekunder, pungkasnya.

Check Also

Laba Bersih RMK Energy Tbk (RMKE) Tumbuh 135 Persen Di Kuartal III 2022

MarketNews.id Masih tingginya harga batubara dan terus meningkatnya produksi, membuat kinerja PT RMK Energy Tbk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *