Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pakuwon Jati Tbk (PWON) Bagikan Dividen Rp4 Per Saham Dan Siapkan Capex Rp 2,8 Triliun

Pakuwon Jati Tbk (PWON) Bagikan Dividen Rp4 Per Saham Dan Siapkan Capex Rp 2,8 Triliun

MarketNews.id PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sepanjang tahun 2021 lalu mampu meraih pendapatan bersih Rp 5,7 triliun atau tumbuh 43,7 persen. Sedangkan laba bruto sebesar Rp 2,7 triliun naik 42,4 persen dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2021 sebesar Rp 1,38 triliun meningkat 48,67 persen.

Dengan kinerja keuangan di atas, Rapat Umum Pemegang Saham sepakat untuk mengeluarkan dividen tunai sebesar Rp 193 miliar atau setara dengan Rp 4 per saham. Jumlah dividen ini merupakan 14 persen dari laba bersih yang diperoleh perseroan sebesar Rp 1,3 triliun. Sisa laba akan digunakan untuk memperkuat pertumbuhan dan ekspansi usaha.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyatakan tengah mengupayakan untuk menyelesaikan sejumlah proyek strategis di tahun ini. Oleh sebab itu perusahaan mengalokasikan dana capex sebesar Rp2,8 triliun yang akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek di Yogyakarta, Solo dan wilayah lainnya.


Direktur Pengembangan Bisnis PWON, Ivy Wong mengatakan untuk program renovasi dan konstruksi properti tersebut perseroan menganggarkan dana capex Rp1 triliun. Sedangkan sisanya sebanyak Rp1,8 triliun untuk belanja tanah dan operational asset lainnya.


“Selama Januari-Maret 2022, capex yang sudah terserap PWON senilai Rp165 miliar untuk pembangunan Pakuwon City Mall Bekasi serta renovasi di Yogyakarta dan Solo,” ujar Ivy dalam keterangannya, Selasa 5 Juli 2022.


Sementara itu untuk belanja modal yang dikucurkan PWON pada 2021 digunakan untuk membiayai sejumlah proyek, di antaranya konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, East Coast Mansion, Pakuwon Mall fase ketiga dan keempat, serta Kota Kasablanka (Kokas) senilai Rp605 miliar.


“Pada kuartal I 2022 lalu kami berhasil mencatatkan kenaikan kinerja 38 persen, dari Rp610 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp842 miliar,” pungkas dia.

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *