Home / Korporasi / BUMN / Irfan Setiaputra : 2022 Jadi Tahun Restrukturisasi Dan Kebangkitan Garuda Indonesia Tbk

Irfan Setiaputra : 2022 Jadi Tahun Restrukturisasi Dan Kebangkitan Garuda Indonesia Tbk

Marketnews.id Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistik, bila seluruh kreditur menyetujui rencana restrukturisasi utang dan usaha PT GIAA, perusahaan penerbangan milik negara ini akan kembali bangkit.

Saat ini, manajemen memerlukan waktu untuk bernegosiasi dengan seluruh kreditur yang jumlahnya sekitar 800 pihak. Dukungan dari kreditur akan semakin mempercepat GIAA kembali bangkit dan memperbaiki kesalahan-kesalahan terdahulu.

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan berupaya sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil terbaik dalam negosiasi utang dengan kreditor atau para lessor. Saat ini GIAA menanggung beban utang hingga USD9,8 miliar dengan jumlah kreditor lebih dari 800 pihak.


Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa beban utang yang sangat besar itu butuh waktu yang cukup lama untuk melunasinya, sehingga diperlukan upaya restrukturisasi atau upaya lainnya yang dapat meringankan beban.

Namun di sisi lain juga diperlukan upaya meyakinkan kepada para kreditor bahwa ke depan perusahaan mampu memenuhi kewajibannya.


Untuk itulah upaya dan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU ) saat ini tengah dijalani perusahaan dengan mengajukan proposal perdamaian. Dia berharap akan ada jalan tengah yang dapat disepakati bersama agar ke depan GIAA bisa kembali sehat.


“Tahun 2022 akan jadi tahun dimana kita mengkonsolidasikan diri, kita harap PKPU selesai dan bisa jadikan tahun 2022 sebagai tahun recovery,” kata Irfan dalam public expose virtual, Senin, 20 Desember 2021.


Lebih jauh Irfan menjelaskan, proyeksi kinerja Garuda Indonesia tahun 2022 telah dimasukkan dalam proposal yang diajukan demi meyakinkan para lessor atau kreditor. Dia optimistis selagi pandemi dapat terkendali, bisnis penerbangan ke depan akan cepat pulih sehingga GIAA akan membaik.


“Saya belum bisa sampaikan proyeksinya sebab masih finalisasi. Tapi terlepas dari proyeksi atau kinerja yang diharapkan tahun depan kita harus realistis dalam menghadapi pandemi. Kami akan maksimalkan upaya memperbaiki keadaan,” lanjut dia.


Demi mendorong peningkatan revenue, Irfan menyatakan bahwa GIAA hanya akan menerbangi rute-rute yang demand-nya tinggi. Sementara untuk rute-rute lain yang masih rendah namun memiliki prospek yang bagus, pihaknya akan menggandeng maskapai lainnya.


“Kita akan sederhanakan tipe pesawat dan kita akan sesuaikan jumlah pesawat dan hanya akan terbangkan kalau itu profitable, kita akan melakukan perubahan bisnis proses untuk memastikan kejadian kurang baik di masa lalu tidak terulang lagi,” pungkas Irfan.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *