Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / ALDO Rights Issue Senilai Rp 157 Miliar Buat Ekspansi Air Polimer Untuk Pasar Domestik Dan Global

ALDO Rights Issue Senilai Rp 157 Miliar Buat Ekspansi Air Polimer Untuk Pasar Domestik Dan Global

Marketnews.id Pasar Polimer berbasis Air berdasarkan laporan Mordor Intelligence diperkirakan akan mencapai USD39,5 miliar pada 2026 mendatang. Potensi pasar yang besar inilah yang memicu manajemen PT Alkindo Narata Tbk (ALDO) untuk segera melakukan ekspansi usaha pada bidang Air Polimer.

PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) tengah melakukan aksi korporasi berupa rights issue saat ini memasuki periode Perdagangan dan Pelaksanaan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) pada tanggal 14 sampai 20 Desember 2021. 

ALDO  berencana menerbitkan sebanyak 216,8 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp725 per lembar saham dengan target dana sekitar Rp157 miliar. 

Aksi korporasi ini pun bertujuan untuk peningkatan investasi dan kepemilikan di sub-grup kimia tersebut diharapkan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan sebagai grup tahun depan.


Presiden Direktur ALDO H. Sutanto menyatakan, ALDO terus terus berupaya mendorong pertumbuhan kinerja bisnisnya di tahun depan. Sejalan dengan prospek pasar air polimer di pasar domestik dan global, ALDO memutuskan melakukan rights issue. 

ALDO menerbitkan 216,8 juta saham baru dengan dengan harga pelaksanaan Rp 725 per saham yang ditujukan untuk meningkatkan kepemilikan di Swisstex dan ALFA masing-masing dari 51,0% menjadi 99,0% saham.

Presiden Direktur ALDO H. Sutanto menyatakan, ALDO terus terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan kinerja bisnisnya pada 2022.


“Sejalan dengan prospek pasar Air Polimer di pasar domestik dan global, ALDO memutuskan untuk melakukan rights issue,” kata Sutanto, Jumat,17 Desember 2021.

Dengan persetujuan RUPSLB dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan, Alkindo Naratama menerbitkan 216,8 juta saham baru dengan dengan harga pelaksanaan Rp 725 per saham yang ditujukan untuk meningkatkan kepemilikan di Swisstex dan ALFA keduanya dari 51,0 persen menjadi 99 persen.

Sebelumnya sub-grup Kertas ALDO menjadi kontributor utama pendapatan dengan porsi 67 persen, dengan 40 persen-nya berasal dari produk Kertas Coklat. Selain dari Kertas Coklat, ALDO melihat potensi yang luas dari aplikasi industri untuk Polimer Berbasis Air yang belum dieksplorasi.

Pada 2021, melalui anak usahanya PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA) juga menikmati kinerja sub-grup Chemical dengan mencatatkan peningkatan signifikan pada penjualan bersih hingga kuartal III/ 2021 sebesar Rp177,5 miliar, tumbuh 45,1 persen dibandingkan penjualan bersih 9M-2020 sebesar Rp122,4 miliar.

“Saat ini ALFA memproduksi produk Water Based Polymer dengan tiga merek dagang terdaftar yaitu ALFACHEM®, ALFABOND®, dan ALFACOAT®, terutama digunakan sebagai perekat dan pelapis untuk industri Kertas, Tekstil, Pelapis Atap, Kayu & Furniture,” ujar dia.

Ia menuturkan, kinerja ALFA yang luar biasa pada tahun ini diharapkan dapat terus berlanjut dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan Grup di masa depan.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Mordor Intelligence menunjukkan pasar Polimer Berbasis Air diperkirakan akan mencapai USD 39,5 miliar pada 2026, mendaftarkan CAGR lebih dari 5,14 persen selama periode perkiraan dari 2021 hingga 2026.

Selain itu, pasar Indonesia untuk produk tersebut dilaporkan menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *