Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Inarno : BEI Sudah Catatkan 750 Perusahaan, Menyusul 24 Calon Emiten Dalam Antrian

Inarno : BEI Sudah Catatkan 750 Perusahaan, Menyusul 24 Calon Emiten Dalam Antrian

Marketnews.id Banyak stimulus yang telah dikeluarkan oleh otoritas bursa guna mendukung perusahaan untuk maju lewat pasar modal Indonesia. Bila sebelumnya hanya perusahaan yang telah meraih laba dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut yang dapat mencatatkan saham nya di BEI. Kini, perusahaan yang masih rugi, bahkan perusahaan rintisan dapat IPO asal telah memiliki rencana kerja dan akutansi yang baik dan memiliki prospek usaha yang jelas.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, sebanyak 750 perusahaan di Indonesia telah terdaftar atau melantai di pasar modal.
“Hingga kini company listed (perusahaan tercatat) di kita sudah mencapai 750 perusahaan,” kata Inarno dalam Webinar SimInvest, Kamis, 7 Oktober 2021.


Jumlah ini merupakan hasil akumulasi setelah 38 perusahaan berhasil Initial Public Offering (IPO) hingga Agustus 2021. Dengan begitu, ia mengklaim bursa dalam negeri menjadi yang terbesar di antara negara Asia Tenggara lainnnya.


Menurut EY Global IPO Report, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan pencatatan IPO tertinggi di dunia. Posisi ini masih unggul dibandingkan bursa saham NASDAQ AS, India, hingga NYSE AS.
Ia berharap semakin banyak lagi perusahaan dalam negeri yang akan melantai di bursa saham, mengingat terdapat puluhan perusahaan yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar modal.


“Di pipeline ada 24 calon perusahaan tercatat. Mudah-mudahan semuanya bisa listed pada tahun ini,” ujarnya.
Inarno menambahkan pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan sejumlah regulasi untuk menyambut IPO perusahaan startup.


Ini merupakan respons cepat BEI, setelah sebelumnya PT Bukalapak Tbk (BUKA) berhasil menjadi perusahaan startup unicorn pertama yang melantai di bursa saham. Ia mengklaim aksi korporasi ini merupakan yang pertama di ASEAN, ujar Inarno.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *