Home / Korporasi / BUMN / Bank BNI Kucurkan Kredit Ekspor Buat UMKM Senilai Rp 1 Triliun Dalam Tiga Bulan.

Bank BNI Kucurkan Kredit Ekspor Buat UMKM Senilai Rp 1 Triliun Dalam Tiga Bulan.

Marketnews.id Pemerintah terus berupaya untuk berdayakan UMKM dan mengupayakan UMKM naik kelas. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI) bekerja sama dengan Kementerian UKM terus berupaya mendorong Bisnis UMKM terus tumbuh melalui perluasan pasar ekspor. Bank BNI yang memiliki kantor cabang di beberapa negara, melihat potensi dan peluang yang besar untuk mengembangkan dua ekosistem sekaligus yakni ekspor dan WNI di luar negeri atau diaspora.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah mengucurkan kredit ekspor senilai Rp1 triliun selama 3 bulan sejak program Xpora diluncurkan pada Juni 2021. Emiten bank ini menyatakan komitmennya untuk mengakselerasi UMKM naik kelas yang berorientasi pada pasar global.

“Kami baru pilot Xpora ini sejak Juni 2021, baru 3 bulan terakhir, dan dalam 3 bulan kami sudah mengucurkan kredit ekspor senilai Rp1 triliun untuk 100 pelaku UMKM berskala ekspor,” kata Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal dalam program Insight with Desi Anwar, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Iqbal menjelaskan bahwa Xpora lahir setelah BNI mendapat tugas untuk lebih mengeksplorasi jaringan kantor di luar negeri.

Perseroan melihat jaringan yang besar di luar negeri bisa menjadi peluang untuk mengembangkan dua ekosistem sekaligus, yakni ekspor dan WNI di luar negeri atau diaspora.

“Karena ekosistemnya ekspor dan diaspora, maka semua aktivitas Xpora ini mengarah ke sana. Ternyata banyak ekspor kita yang unggul dan tidak ada di negara tujuan, misalnya kayu manis dan vanila. Sementara itu, sekarang kami sudah memiliki kantor cabang, di antaranya di New York, Tokyo, Seoul, Singapura,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Xpora bisa menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku UMKM dengan diaspora atau calon buyer potensial. Sejauh ini, jumlah UMKM yang berorientasi ekspor baru mencapai 14 persen dari total yang ada.

Teten mengemukakan bahwa pemerintah tengah fokus membidik UMKM yang berpotensi ekspor, di antaranya adalah usaha dengan ketersediaan bahan baku yang mumpuni dan menghasilkan produk dengan permintaan di pasar luar negeri.

Adapun, produk-produk tersebut mencakup produk perikanan, furnitur, dan pangan.

Mengingat mayoritas UMKM memiliki skala produksi yang relatif kecil, Teten mengatakan, UMKM memerlukan dukungan agregasi, konsolidasi, kurasi, dan standardisasi. UMKM juga memerlukan dukungan logistik yang mumpuni untuk mendukung pemasaran.

“Dengan ekosistem digital, sistem logistik menjadi aman. [Untuk ekspor] yang kita perlukan diaspora kita jadi reseller produk-produk UMKM di market digital di luar negeri. Tinggal kita dukung pasokan barangnya dan bagaimana gudang di sana,” kata Teten.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *