Home / Otoritas / Bank Indonesia / Pemerintah Perpanjang Kebijakan Diskon Pajak PPnBM DTP Kendaraan Bermotor Hingga Desember 2021

Pemerintah Perpanjang Kebijakan Diskon Pajak PPnBM DTP Kendaraan Bermotor Hingga Desember 2021

Marketnews.id Kebijakan Pemerintah memberikan diskon PPnBM buat kendaraan roda empat baru berhasil menumbuhkan kembali perekonomian. Kebijakan ini berdampak menaikan tingkat produksi pabrikan kendaraan dalam negeri dan mampu meningkatkan penjualan kendaraan baru. Seperti diketahui sejak Januari 2021 hingga Juli penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen. Sedangkan produksi mobilpun tumbuh 49,4 persen.

Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor sampai akhir Desember 2021.


“Pemerintah akan terus memperkuat berbagai dukungan dan stimulus yang selama ini telah direspons positif oleh masyarakat serta dunia usaha,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Jumat,17 September 2021.


Perpanjangan insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021 dan diperpanjang menjadi hingga Desember 2021, dengan dikeluarkannya PMK 120/PMK 010/2021.


Insentif yang diperpanjang meliputi;
PPnBM DTP 100 persen untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc.
PPnBM DTP 50 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc
PPnBM DTP 25 persen bagi kendaraan bermotor penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc.


Sementara itu, kelebihan PPnBM dan/atau PPN atas pembelian kendaraan bermotor pada September 2021 akan dikembalikan oleh pengusaha kena pajak yang melakukan pemungutan.


Awalnya, diskon pajak ini diterbitkan melalui PMK Nomor 20 Tahun 2021 yang mengatur pemberian insentif untuk segmen <=1.500 cc kategori sedan dan 4×2 dengan komponen pembelian dalam negeri paling sedikit 70 persen.


Selanjutnya, PMK Nomor 31 Tahun 2021 memperluas insentif PPnBM DTP dengan menambah cakupan kendaraan bermotor yaitu segmen 4×2 dan 4×4 untuk segmen 1.500 cc s.d. 2.500 cc dan local  purchase paling sedikit 60 persen.


“Perluasan dilakukan untuk menambah daya dorong kebijakan dalam menstimulasi konsumsi masyarakat,” ujar Febrio.


Seiring dampak positif kebijakan yang telah diberikan, masa insentif PPnBM 100 persen untuk kendaraan <1.500 cc pun diperpanjang sampai Agustus 2021 melalui PMK Nomor 77 Tahun 2021 yang kemudian kembali diperpanjang hingga Desember 2021.


Secara kumulatif dari Januari sampai Juli 2021 tercatat penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen dibanding periode sama tahun lalu sehingga menunjukkan geliat yang positif sebagai hasil kebijakan insentif diskon pajak.


“Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi,” katanya.


Produksi mobil secara kumulatif dari Januari sampai Juli 2021 mampu tumbuh 49,4 persen (yoy) sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik namun juga ekspor kendaraan Complete Knockdown (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode sama.


Kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan pada akhirnya dapat tumbuh double  digit atau masing-masing sebesar 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada triwulan II-2021.


Berbagai capaian itu menunjukkan fasilitas diskon PPnBM memiliki multiplier  effect yakni terhadap permintaan, produksi, penyerapan tenaga kerja maupun sektor pendukung seperti industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan.


“Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut seiring kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional,” jelas Febrio.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *