Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Kalbe Farma Tbk Siap Buyback 250 Juta Saham Senilai Maksimal Rp 250 Miliar Hingga 19 November 2021

PT Kalbe Farma Tbk Siap Buyback 250 Juta Saham Senilai Maksimal Rp 250 Miliar Hingga 19 November 2021

PT Kalbe Farma Tbk hingga pertengahan November mendatang akan membeli kembali saham perseroan yang sudah beredar di pasar. Kebijakan membeli kembali saham ini telah mendapat persetujuan pemegang saham dan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 250 miliar untuk membeli saham tersebut, dimana dana di ambil dari kas perusahaan.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melaporkan bahwa perseroan menyiapkan dana Rp250 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham seharga maksimal Rp1.200 per lembar.


Berdasarkan laporan KLBF kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 20 Agustus 2021, pelaksanaan buyback saham akan dilakukan secara bertahap selama kurun 20 Agustus-19 November 2021.


“Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah maksimum Rp250 miliar, dengan jumlah saham maksimum sebanyak 250 juta lembar,” kata Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius dalam surat resmi perseroan.


Vidjongtius menyebutkan, KLBF membatasi harga pembelian saham sebesar Rp1.200 per lembar. “Perseroan memiliki modal kerja dan cadangan dana yang memadai. Pembelian kembali direncanakan akan dibiayai dari kas internal perseroan, sehingga tidak membutuhkan pembiayaan tambahan dan tidak berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatan,” papar Vidjongtius.


Lebih lanjut Vidjongtius menegaskan, pelaksanaan rencana buyback saham tidak berdampak terhadap pendapatan perseroan. Dia menyampaikan, pembelian kembali saham akan menurunkan jumlah saham beredar, namun diperkirakan tidak berdampak signifikan terhadap laba per saham KLBF.


Menurut Vidjongtius, buyback saham akan dilakukan melalui transaksi di BEI dengan menggunakan jasa perantara pedagang Efek. “Pembelian kembali saham diharapkan dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada para investor atas nilai saham perseroan secara fundamental,” ujarnya.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *