Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) Raih Kenaikan Laba Bersih Hingga 68,9 Persen Di Semester I 2021

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) Raih Kenaikan Laba Bersih Hingga 68,9 Persen Di Semester I 2021

Marketnews.id Teknologi digital kini sudah menjadi tuntutan hampir di setiap bidang usaha, termasuk bisnis di sektor usaha Mobilitas, logistik dan penunjangnya. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) sepanjang semester pertama tahun ini telah mengoptimalkan teknologi digital hingga perusahaan mampu meraih kinerja positif di semester pertama tahun ini. Strategi bisnis apa yang dilakukan emiten jasa ini hingga mampu meraih kinerja positif.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berhasil melanjutkan pertumbuhan kinerja hingga Semester I 2021.Hingga Juni 2021, laba bersih ASSA naik sebesar 68,9% secara  year on year  (YoY).


Menurut Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto, pihaknya bersyukur karena bisnis ASSA masih bisa bertumbuh dan berkembang secara signifikan di tengah situasi yang sulit saat ini.


“Melalui inovasi-inovasi bisnis baru berbasis teknologi yang terus dikembangkan, diharapkan ASSA dapat terus melanjutkan pertumbuhan kinerja dimasa depan. Hal ini sejalan dengan adanya pergeseran dalam perilaku masyarakat saat ini yang sangatbergantung pada teknologi dan kecepatan apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” kata Prodjo dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7).


Lebih jauh Prodjo menjelaskan, Pandemi Covid-19 telah mendorong proses transformasi digital semakin pesat sehingga mendorong Perseroan yang bergerak di bidang mobilitas, logistik dan penunjangnya itu, untuk mengembangkan inovasi bisnis berbasis teknologi.

“Tujuannya agar terus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat meski ada keterbatasan dalam mobilitas selama pandemi,” ujar Prodjo.


Hingga Juni 2021, Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp72,6 miliar atau naik sebesar 68,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp43,0 miliar. Selain itu, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,1 triliun atau naik 50,4% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang hanya mencapai Rp1,4 triliun.


“Hingga paruh pertama tahun ini, kontribusi terbesar terhadap pendapatan ASSA berasal dari bisnis  delivery express  Anteraja yang memang pertumbuhannya sangat signifikan dalam satu tahun terakhir,” ungkap Projo.


Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020, Anteraja telah bertumbuh hingga 269,9% dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp982,3 miliar atau 46,6% dari total pendapatan ASSA. Bisnis sewa kendaraan mobil penumpang,  autopool  dan juru mudi berkontribusi sebesar 37,7% atau mencapai Rp795,0 miliar. Bisnis jual kendaraan bekas menghasilkan Rp180,8 miliar. Bisnis lelang sebesar Rp87,5 miliar, dan dari bisnis logistik sebesar Rp64,5 miliar.


Di sisi lain, meskipun kondisi ekonomi nasional dan global masih tertekan oleh pandemi Covid-19, perseroan optimis masih dapat melanjutkan kinerja positif di tahun ini dengan membidik pertumbuhan pendapatan minimal sebesar 20-25%.


Dalam rangka mencapai target dan sasaran, perseroan berupaya menciptakan peluang dengan memanfaatkan transformasi digital melalui aplikasi digital serta media sosial agar tetap tumbuh berkelanjutan. “Kami meyakini  e-commerce, fintech, digital payment  dan penggunaan teknologi digital akan menjadi mesin pertumbuhan yang baru seiring dengan peningkatan pengguna internet dan  smartphone  yang didorong dengan perubahan kebiasaan belanja masyarakat ke sistem online,” tambah Prodjo.


Sebagai informasi, ASSA telah menyelesaikan proses penerbitan Obligasi Konversi melalui mekanisme Rights Issue pada tanggal 27 Juli 2021. Total dana yang didapat sebesar Rp720 miliar dimana posisi IFC sebagai pembeli siaga, yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis logistik ASSA.


“Kami sangat senang dengan bergabungnya IFC sebagai pemangku kepentingan ASSA, sehingga diharapkan dapat membantu Perseroan untuk terus membangun bisnis berkelanjutan dan meningkatkan kinerja di semua lini bisnis ke depan,” ujar Prodjo.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *