Marketnews.id Pemerintah bercita cita pada usia kemerdekaan ke 100 tahun, Indonesia akan menjadi negara maju dengan ekonomi nomor lima terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita mencapai 23.199 dolar AS.
Untuk mencapai cita cita tersebut, ada tiga hal pokok yang harus segera dibenahi. Diantaranya adalah, rendahnya produktivitas yang terlihat dari gap infrastruktur, kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan rendahnya tingkat adopsi teknologi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, tiga tantangan fundamental harus diselesaikan Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Maju, dan tidak terjebak dalam middle income trap .
“Kalau kita mempunyai tekad untuk mencapai Indonesia Maju, maka dibutuhkan strategi, disiplin, kerja keras kita semua untuk bisa melewati kemungkinan terjadinya middle income trap karena trap itu real ,” kata Menkeu Sri Mulyani saat Webinar Nasional daring bertajuk Akselerasi Indonesia Maju melalui Penanaman Modal dan Insentif Fiskal di Jakarta, Kamis.
Tantangan fundamental pertama, jelas Menkeu, adalah rendahnya produktivitas yang terlihat dari gap infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan rendahnya tingkat adopsi teknologi.
Lebih jauh Menkeu menyampaikan, perlunya perbaikan di tiga sumber pertumbuhan yakni kapital, tenaga kerja, dan total factory productivity untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi potensial.
“Kita lebih banyak tumbuh dengan menggunakan otot dan keringat, yaitu banyak modal dan tenaga kerja tetapi tidak menciptakan nilai tambah berdasarkan inovasi,” ujar Menkeu.
Kurangnya infrastruktur menyebabkan biaya logistik Indonesia menjadi lebih mahal dan berdampak pada daya saing Indonesia. Meski memiliki daya saing tinggi di besaran ekonomi dan stabilitas makro, namun Indonesia sangat tertinggal di kapasitas inovasi dan adaptasi teknologi.
Rendahnya daya saing perekonomian Indonesia tercermin dari sisi performance index (LPI) dan global competitiveness index .
“Arus barang mulai dari impor, ekspor, maupun infrastruktur ke tempat market itu masih menunjukkan ketiadaan kompetisi yang cukup tinggi. Ada faktor infrastruktur kita yang masih perlu dibangun,” jelas Menkeu.
Sedangkan tantangan ketiga ada pada aspek SDM ketenagakerjaan yang menghambat produktivitas.
Isu-isu tersebut adalah rendahnya produktivitas, rendahnya daya siang, rentannya penggantian tenaga kerja dengan otomatisasi, permasalahan dan penciptaan lapangan kerja baru, link and match dalam pendidikan, serta karakter demografi dan industri 4.0 yang membutuhkan reformasi di bidang pendidikan.
Pemerintah menargetkan di usia 100 tahun pasca kemerdekaan, Indonesia akan menjadi negara maju dengan ekonomi ke lima terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita mencapai 23.199 dolar AS.
Dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi di atas, mungkinkah harapan tersebut dapat tercapai dalam 25 tahun mendatang. Jawabannya ada pada generasi melinial saat ini yang akan selesai pendidikan tinggi nya dan akan mulai masuk dunia kerja.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal