Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indeks Saham Kembali Tembus 6.070 Diakhir Perdagangan Pekan ini

Indeks Saham Kembali Tembus 6.070 Diakhir Perdagangan Pekan ini

Marketnews.id Meskipun rata rata nilai transaksi harian sedikit menurun dibawah Rp10 triliun, tapi indikator perdagangan lainnya bergerak positif sepanjang pekan ini. Bagaimanakah perdagangan pekan depan. Sebagian analis berpendapat transaksi saham akan masih melanjutkan tren yang terjadi pekan lalu.

Selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 5-9 April 2021, rata-rata nilai transaksi harian melanjutkan tren pelemahan menjadi Rp9,51 triliun atau anjlok 10,52 persen dibanding sepekan sebelumnya Rp10,63 triliun per hari.


Data transaksi perdagangan tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono dalam siaran pers yang dikutip di Jakarta, Minggu (11/4). Namun, selama sepekan terakhir, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tercatat menguat 0,98 persen ke level 6.070.


Selain itu, peningkatan data transaksi juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, yakni 16,15 persen menjadi 15,91 miliar saham dari 13,7 miliar saham pada pekan sebelumnya.


Peningkatan juga diikuti rata-rata frekuensi harian sebesar 4,4 persen menjadi 1,05 juta kali transaksi dari pekan lalu yang sebanyak sejuta kali transaksi.
“Kapitalisasi pasar selama sepekan meningkat 1,02 persen menjadi Rp7.174 triliun dari Rp7.101,43 triliun pada penutupan pekan lalu,” kata Aji.


Lebih lanjut Aji menyebutkan, pada perdagangan Jumat (9/4), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp32,99 miliar, namun untuk sepanjang 2021 masih tercatat nilai beli bersih asing Rp8,85 triliun.

Menurut Ashmore, pada kuartal I-2021 (1Q21), indeks IHSG bergerak mendatar 0,1% (qoq). “Namun, indeks LQ45 yang turun 3,4% menunjukkan kemunculan tren untuk lebih memilih konstituen kecil-menengah atau non LQ45,” tulis Ashmore.

Peningkatan aktivitas ritel lokal Indonesia, terutama sejak Desember 2020, dan investor domestik yang mendominasi perdagangan nilai harian IHSG juga menjadi faktor utama. Ashmore berpendapat, meskipun secara historis  fund manager  lokal memposisikan diri dengan mempertimbangkan arus investor asing, ada faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan alpha yang optimal.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *