Home / Otoritas / Bank Indonesia / 38 Sektor Usaha Prioritas Akan Digenjot Kredit Perbankan Agar Ekonomi Tumbuh

38 Sektor Usaha Prioritas Akan Digenjot Kredit Perbankan Agar Ekonomi Tumbuh

Marketnews.is Guna meningkatkan permintaan akan kredit, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) akan memberi prioritas buat 38 sektor usaha untuk mendapatkan kucuran kredit agar ekonomi terus bergerak.

Seperti diketahui, hingga kuartal pertama tahun ini, laju pertumbuhan kredit diperkirakan masih terkontraksi sekitar dua hingga tiga persen menurut perhitungan para bankir. Sementara perhitungan pemerintah, laju kredit masih terkontraksi sekitar satu persen.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK ), akan mendorong kredit 38 sektor prioritas untuk meningkatkan permintaan kredit yang hingga kini belum mengalami pemulihan, baik dari sisi dunia usaha maupun rumah tangga.


Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebutkan 38 sektor prioritas tersebut dibagi menjadi tiga kelompok bagian yang meliputi sektor berdaya tahan, pendorong pertumbuhan, dan penopang pemulihan.


“Kami mencoba petakan sektor prioritas ada sektor yang berdaya tahan dan penopang dan ini yang kita harapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Deputi Gubernur BI itu dalam acara Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis.


Destry merinci, untuk kelompok berdaya tahan terdapat enam sektor yakni hortikultura, tanaman perkebunan, pertambangan biji logam, industri makanan dan minuman, industri kimia farmasi, serta kehutanan dan penebangan kayu.


Selanjutnya, untuk kelompok pendorong pertumbuhan terdapat 15 sektor pendorong yaitu peternakan, perikanan, industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, dan industri barang dari logam dan elektronik.


Kemudian industri mesin dan perlengkapan, industri kayu dan furnitur, industri logam dasar, informasi dan telekomunikasi, real estat, jasa pertanian, tanaman pangan, pengadaan air, pengolahan tembakau, serta industri barang galian bukan logam.


Untuk kelompok penopang pemulihan terdapat 17 sektor meliputi pertambangan batu bara dan lignit, konstruksi, industri alat angkutan, hotel dan restoran, jasa kesehatan, perdagangan besar dan eceran, logistik, administrasi pemerintahan, serta jasa pendidikan.


Selanjutnya industri karet dan plastik, angkutan darat, angkutan rel, dan transportasi udara, asuransi dan dana pensiun, jasa penunjang keuangan, jasa perantara keuangan, serta jasa keuangan lainnya.


Sebagai informasi, pertumbuhan kredit pada Februari 2021 masih minus 2,15 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau lebih dalam dibanding Januari 2021 yang minus 1,92 persen (yoy).

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *