Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sido Muncul Akan Jual Kembali Saham Hasil Buy-back 220 Juta Lembar

Sido Muncul Akan Jual Kembali Saham Hasil Buy-back 220 Juta Lembar

Marketnews.id Pasar memang sulit diprediksi. Pihak penjual ingin barang atau saham yang akan dijual dengan harga yang tinggi. Sementara pihak pembeli ingin membeli barang atau saham dengan harga yang lebih murah.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), saat pasar modal dilanda krisis pada bulan Maret tahun lalu, harga saham perseroan mengalami penurunan tajam sejurus dengan turun nya indeks saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan stimulus buat emiten untuk membeli kembali sahamnya di publik tanpa harus meminta persetujuan pemegang saham lewat RUPS. PT Sido Muncul, memanfaatkan kesempatan tersebut dengan Buy-back saham perseroan di pasar.

Kini, sebagian besar harga saham sudah kembali ke harga sebelum pasar modal krisis di bulan Maret tahun lalu. PT Sido Muncul Tbk berencana untuk menjual kembali saham hasil Buy-back tersebut.

PT Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana melakukan pengalihan atau menjual saham hasil dari pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 229.778.200 lembar.


Rencana pengalihan saham hasil buyback tersebut disampaikan manajemen Sido Muncul kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Jumat (15/1). “Jumlah saham yang akan dijual adalah sebanyak 220.778.200 lembar, dengan tetap memperhatikan peraturan terkait,” demikian disebutkan dalam surat SIDO kepada OJK yang ditandatangani Direktur Utama SIDO, David Hidayat.


Menurut David, manajemen SIDO telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai Anggota Bursa yang akan melakukan pengalihan atau penjualan atas saham hasil buyback tersebut. Adapun waktu pelaksanaan penjualan saham itu akan dilakukan selama kurun 28 Januari 2021-25 Februari 2022.


Sebelumnya, manajemen SIDO memutuskan untuk melakukan penundaan atas rencana pengalihan saham hasil buyback yang semula dijadwalkan berakhir 23 Oktober 2020 menjadi 25 Februari 2022. Penundaan ini juga terkait dengan sikap direksi SIDO yang menunggu kondisi lebih baik dan lebih menguntungkan untuk melakukan pengalihan saham hasil buyback.


Pada penutupan perdagangan kemarin (15/1), harga saham SIDO berada di level Rp745 atau mengalami penurunan dari pembukaan perdagangan di posisi Rp765. Jumat kemarin, harga saham sempat menyentuh level tertinggi Rp775 dan level terendah Rp740. Pada penutupan perdaganhan 30 Desember 2020, harga SIDO masih berada di level Rp805 per lembar.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *