Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Indointernet Siap Catatkan Saham Di BEI Pebruari Ini

PT Indointernet Siap Catatkan Saham Di BEI Pebruari Ini

Marketnews.id Meriah dana murah lewat pasar modal banyak caranya. Apalagi buat perusahaan yang telah memiliki kinerja dan reputasi yang baik. Sukses atau gagal nya proses penawaran saham kepada publik (IPO) sangat ditentukan oleh kepiawaian penjamin emisi dalam membuat formula penawaran kepada publik. PT Indointernet Tbk salah satu calon emiten yang akan menawarkan sahamnya kepada publik dalam beberapa hari mendatang. Perseroan hanya menjual sekitar 80 ,81juta lembar saham nya atau sekian 20 persen dari modal disetor. Harga perdana yang ditawarkan sebesar Rp 7.375 per lembar. Perseron mematok harga nominal saham ini adalah Rp 50 per saham. Dari penjualan saham ini, perseron diperkirakan akan meraih dana segar sekitar Rp 595,97 miliar.

Rencana PT Indointernet untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tinggal selangkah lagi. Mengutip pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ), Jumat (29/1), Indointernet sudah mengantongi izin efektif pada 28 Januari 2021 lalu.


Dengan izin efektif tersebut, perusahaan akan melakukan penawaran umum pada 1-2 Februari 2021. Setelahnya, Indointernet akan melakukan penjatahan pada 4 Februari 2021. Pada 5 Februari 2021, Indointernet dijadwalkan melakukan pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik.


Jika semua berjalan sesuai rencana, Indointernet akan mencatatkan saham perdana atau listing bursa pada 8 Februari 2021.
Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan aktivitas jasa informasi dan aktifitas konsultasi ini akan melepas sahamnya ke publik sebanyak 80,81 juta saham dengan nilai nominal Rp 50.
Saham yang ditawarkan itu setara 20% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun setiap sahamnya ditawarkan dengan harga Rp 7.375.

Dari hasil penawaran di atas, PT Indointernet bakal mengantongi dana segar hingga Rp 595,97 miliar. Dalam proses IPO ini, Indointernet menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek.


Berdasarkan prospektus, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, aktivitas jasa informasi, aktivitas pemrograman, dan konsultasi komputer itu akan menggunakan 90% dana sebagai tambahan setoran modal kepada Edge Data Center (EDG).

Nantinya, dana tersebut digunakan untuk pembangunan EDC, serta pengembangan EDC selanjutnya.
Sekadar informasi, total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan EDC sekitar Rp 468,90 miliar. Pelaksanaan pembangunannya telah dimulai pada tahun 2020 dan telah selesai hingga 90%.


Sementara, rencana capex untuk EDC akan dilakukan bertahap, adapun realisasi sampai dengan November 2020 adalah sebesar Rp 101,12 miliar. Selain itu, enam persendari dana yang dihimpun akan digunakan sebagai belanja modal berupa pembelian perangkat untuk pengembangan Digitalisasi Network yang merupakan salah satu layanan dari kegiatan usaha utama perusahaan.


Perseroan berencana meningkatkan layanan koneksi lama dengan layanan konektivitas HSX (Digitalisasi Network). Secara bertahap, Indointernet akan mengembangkan lebih lanjut layanan HSX untuk koneksi ke berbagai layanan data center di Indonesia dan berbagai layanan cloud global yang telah memiliki data center di Indonesia.


Sisa dana lainnya, sekitar 4%, akan digunakan untuk modal kerja pengembangan Digitalisasi Network, antara lain biaya pembelian peralatan dan koneksi.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *