Home / Otoritas / Bank Indonesia / BPS : Inflasi Desember 0,45 Persen. Inflasi Tahun 2020 Sebesar 1,68 Persen

BPS : Inflasi Desember 0,45 Persen. Inflasi Tahun 2020 Sebesar 1,68 Persen

Marketnews.id Laju inflasi suatu negara, bisa dijadikan salah satu indikator mulai bergerak nya ekonomi suatu wilayah. Indonesia semenjak pendemi memapar sempat tiga kali mencatat deflasi. Dalam kuartal ke empat inflasi sudah mulai terjadi pada Desember mencapai 0,45 persen dan secara tahunan sebesar 1,68 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2020 mengalami inflasi sebesar 0,45 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa inflasi pada Desember ini membuat laju IHK sepanjang tahun kalender (year to date/ytd) dan tahunan mengalami inflasi sebesar 1,68 persen.

“Inflasi Desember banyak dipengaruhi oleh harga komomditas cabai merah, telor ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara,” katanya melalui konferensi pers secara virtual, Senin (4/1/2021).


Setianto menjelaskan bahwa dari 90 kota IHK, sebanyak 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi ada di Gunungsitoli dengan angka 1,87 persen. Yang terendah ada di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen.

Sementara deflasi tertinggi ada di Luwuk dengan sebesar 0,26 persen. Yang terendah yaitu Ambon sebesar 0,07 persen.

Perkembangan inflasi sepanjang tahun 2020 mulai mengalami peningkatan sejak Oktober secara bulanan atau month to month (mom). Saat itu inflasi sebesar 0,07 persen dan terus mengalami peningkatan pada Desember sebesar 0,45 persen.

“Secara tahunan juga mengalami tren peningkatan sejak Agustus dengan inflasi saat itu 1,32 persen dan terus meningkat pada Desember menjadi 1,68 persen,” jelasnya.

Selain itu BPS mencatat indeks harga perdagangan besar (IHPB) pada Desember 2020 sebesar 104,62. Realisasi tersebut naik 0,54 persen dari IHPB November 104,06.
 
“Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 1,98 persen dengan andil 0,37 persen. Lalu sektor pertambangan dan penggalian naik sebesar 0,06 persen tidak menyumbang andil signifikan dan sektor industri naik 0,20 persen dengan andil 0,17 persen,” kata Deputi BPS Setianto.
 
Setianto menjelaskan bahwa ini membuat perubahan IHPB di tahun kalender 2020 atau year to date (ytd) dan dan secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 1,82 persen.
Komoditas dengan andil terbesar pada tahun 2020 didominasi oleh cabai merah 0,12 persen, minyak goreng 0,12 persen, dan kelapa sawit 0,11 persen.
 
Lalu IHPB kelompok bangunan atau konstruksi, pada Desember 2020 secara umum mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dari bulan sebelumnya. Untuk ytd dan yoy sebesar 0,97 persen.
 
Pada Desember, semua kelompok jenis bangunan mengalami kenaikan indeks. Bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, serta komunikasi mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,23 persen.
 
“Kelompok bahan bangunan dengan andil terbesar pada tahun 2020 didominasi oleh besi beton sebesar 0,21 persen. Terbesar selanjutnya adalah batu fondasi bangunan 0,18 persen dan besi konstruksi bangunan 0,12 persen,” jelas Setianto.

Check Also

Antisipasi Kebutuhan Idulfitri, Pertamina Tambah 7,36 Juta Tabung LPG 3 Kilo.

MarketNews.id Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, telah menambah pasokan LPG 3 kilogram …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *