Home / Corporate Action / BKPM : Proyek Kawasan Industri Terpadu Batang Agar Libatkan Kontraktor Lokal

BKPM : Proyek Kawasan Industri Terpadu Batang Agar Libatkan Kontraktor Lokal

Marketnews.id Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah, akan jadi pusat ekosistem bisnis kecil hingga tingkat industri besar. Kawasan industri ini, diharapkan menjadi penghubung antara industri kecil hingga besar. Karena letaknya yang strategis di pantai utara Jawa berdekatan dengan pelabuhan, membuat banyak investor berniat membangun pabrik di Kawasan tersebut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berpesan, agar proyek pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melibatkan pengusaha lokal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi setempat.

“Saya berpesan kalau ada sub kontraktor lokal dan khususnya dari Kabupaten Batang, jangan ambil dari luar daerah karena hal itu menjadi komitmen dalam hal membangun perekonomian dan bertujuan menjadikan daerah ini sebagai pusat perputaran ekonomi,” katanya saat berkunjung ke KIT Batang, di Batang, Sabtu sore.

Bahlil Lahadalia mengatakan, progres pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, masih kurang maksimal.

“Oleh karena, kami datang ke KIT Batang untuk melakukan koordinasi supaya pembangunan infrastruktur guna mempercepat peningkatan perekonomian berjalan optimal,” katanya.

Menurut dia, saat ini KIT Batang sudah menjadi incaran investor, bahkan sudah ada beberapa investor melirik KIT untuk menanamkan modalnya di daerah itu.

“Oleh karena, percepatan pembangunannya harus cepat dilakukan karena sudah ada empat investor yang melirik KIT Batang,” katanya.

Bahlil menyebutkan sejumlah investor yang sudah berkoordinasi dengan BKPM tersebut antara lain dari Korea Selatan, China, dan pengusaha dalam negeri yang bergerak di bidang nikel.

Pada tahap awal, kata dia, KIT Batang akan menjadi tempat untuk industri hilirisasi nikel menjadi baterai, kemudian industri kaca yang berorientasi ke ekspor di mana 80 persen produknya akan dikirim ke luar negeri.

Lebih jauh Bahlil mengatakan, KIT Batang akan menjadi pusat ekosistem bisnis kecil hingga tingkat industri besar.

“Karena itu, KIT Batang akan dibangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jadi KIT Batang, nantinya akan menjadi penghubung industri kecil hingga besar,” katanya.

Terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk KIT, Bahlil menambahkan hal itu segera diputuskan karena tinggal menunggu penyelesaian administrasi saja.

Check Also

Summarecon Agung Tawarkan Surat Utang Rp1,3 Triliun Berbunga Hingga 9,3 Persen

MarketNews.id PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), menawarkan surat utang dengan total nilai Rp1,3 triliun dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *