Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / OJK : Dengan 2,4 Juta Investor Industri Reksadana Akan Tumbuh

OJK : Dengan 2,4 Juta Investor Industri Reksadana Akan Tumbuh

Marketnews.id Potensi pasar modal Indonesia untuk tumbuh sangat besar. Apalagi dengan jumlah usia produktif yang besar, pasar modal Indonesia akan didominasi oleh investor dalam negeri dan pasar modal Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pertumbuhan jumlah investor di pasar modal akan terus bertumbuh di masa pandemi Covid-19, lantaran terdorong oleh berlanjutnya pertumbuhan jumlah investor reksa dana yang saat ini berkontribusi sebanyak 2,4 juta single investor identification (SID).


Menurut Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Luthfi Zain Fuady, saat ini jumlah investor di pasar modal mencapai 3,2 juta SID atau mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen dibandingkan jumlah investor per 31 Desember 2019.


“Pertumbuhan investor ini yang membuat kami optimistis di tengah pandemi. Investor kita yang naik 20 persen menjadi 3,2 juta SID itu, kontribusi dari (industri pengelolaan) reksa dana sebanyak 2,4 juta SID,” kata Luthfi saat menjadi keynote speaker dalam acara FestiFund 2020 yang digelar PT Indo Premier Sekuritas di Jakarta, Sabtu (26/9).


Dia menilai, pelaksanaan FestiFund 2020 merupakan ikhtiar industri pengelolaan reksa dana saat menghadapi kondisi pandemi Covid-19 yang telah memicu ketidakpastian ekonomi secara global.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi kita (Indonesia) negatif dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) bergerak fluktuatif yang (cenderung) melemah,” ucapnya.
Bahkan, lanjut dia, meski saat ini Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang disebutkan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mencapai Rp500 triliun, jumlah tersebut tercatat menurun senilai Rp4,6 triliun jika dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019.


“Penurunan NAB tersebut tentunya menunjukkan bahwa masih banyak yang harus kita benahi bersama. Kita masih harus melewati masa-masa struggling di tengah kondisi yang uncertainty atau ketidakpastian perekonomian pada masa pandemi ini,” tutur Luthfi.


Namun demikian, jelas Luthfi, OJK tetap optimistis terhadap potensi-potensi pertumbuhan di industri pasar modal. “Optimisme kami yang pertama adalah, pertumbuhan jumlah investor di tengah pandemi. Selain itu, sejumlah negara maupun Indonesia juga sangat aktif menemukan vaksin Covid-19. Hal ini yang mendorong optimisme kami,” ungkapnya.


Sejauh ini, kata dia, OJK bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal telah melakukan langkah nyata dalam merespons optimisme tersebut, seperti mengurangi beban industri pasar modal dengan mengeluarkan sejumlah stimulus kebijakan dan berupaya menjaga volatilitas pasar agar tetap stabil.


“Kami juga mendorong pemanfaatan teknologi digital bagi industri pengelolaan reksa dana. Kami sebagai regulator akan terus berupaya mendukung industri dalam konteks pemulihan ekonomi nasional. Dan, saya yakin sekali acara FestiFund ini akan bermanfaat buat kita di industri pasar modal,” papar Luthfi.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *