Home / Korporasi / BUMN / Laba Bersih Wijaya Karya Turun Tajam Akibat Covid-19 Di Semester I 2020

Laba Bersih Wijaya Karya Turun Tajam Akibat Covid-19 Di Semester I 2020

Marketnews.id Berkurangnya laba bersih PT Wijaya Karya di Semester pertama tahun ini, membuat perseroan berhitung ulang. Salah satu solusinya adalah menggunakan teknologi informasi dalam operasional proyek hingga diharapkan akan lebih efesien. Selain itu perseroan akan menentukan skala prioritas dalam aksi korporasi.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengakui, kinerja keuangan telah terganggu oleh kondisi pandemi virus korona, sehingga perseroan akan menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi.


Berdasarkan keterbukaan informasi WIKA yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/8), kinerja keuangan maupun operasional Wijaya Karya selama enam bulan pertama tahun ini telah terganggu oleh kondisi pandemi Covid-19. Bahkan dalam laporannya kepada BEI, laba bersih perseroan di Semester I-2020 mengalami penurunan sekitar 50-75 persen.


Manajemen WIKA memperkirakan, pendapatan perseroan pada Semester I-2020 mengalami penurunan sekitar 25-50 persen dibandingkan periode yang sama di 2019, akibat adanya pembatasan kegiatan operasional selama lebih dari tiga bulan. Proyek yang mengalami pembatasan, turut berkontribusi kurang dari 25 persen terhadap total pendapatan.


“Beberapa proyek yang pada periode lalu mengalami penghentian atau perlambatan, saat ini sudah mulai beroperasi, walaupun belum mencapai kapasitas 100 persen, seperti proyek-proyek di DKI Jakarta, Jawa Barat dan beberapa daerah di Pulau Jawa lainnya,” demikian disebutkan manajemen WIKA.


Guna dapat menjaga keberlangsungan usaha, manajemen WIKA mengungkapkan, pada paruh kedua tahun ini perseroan akan melakukan efisiensi biaya usaha di semua unit kerja dan memaksimalkan produksi pada proyek-proyek yang sedang berjalan dengan terlebih dahulu melakukan assessment kepada project owner yang memiliki kemampuan likuiditas, sehingga WIKA mampu mengatur cashflow.


Selain itu, manajemen WIKA juga akan melakukan pengadaan secara terpusat, mengajukan relaksasi pada fasilitas non-cash loan yang didapat dari tenor enam bulan menjadi 12 bulan, serta mengajukan penurunan bunga pinjaman. WIKA akan melakukan inovasi dan substitusi material impor menjadi material lokal dalam rangka mengefisiensikan biaya operasi.


Manajemen WIKA menambahkan, upaya untuk menjaga keberlangsungan usaha juga akan dilakukan dengan mendorong penggunaan teknologi informasi dalam operasional proyek, sehingga diharapkan menjadi lebih efisien. Dan, WIKA juga akan Me-rescheduling maupun menentukan skala prioritas dalam pelaksanaan aksi korporasi yang menggunakan dana belanja modal (capex).

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *