Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Prima Globalindo Logistik Tbk Jadi Emiten Ke 33 Di BEI

PT Prima Globalindo Logistik Tbk Jadi Emiten Ke 33 Di BEI

Marketnews.id Pendemi Covid-19 masih belum mereda. Sementara dunia usaha harus terus bergerak agar ekonomi terus berjalan. PT Prima Globalindo Logistik Tbk, hari ini mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 150 juta lembar saham dengan harga perdana Rp 110 per saham.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi PT Prima Globalindo Logistik Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/7). Emiten dengan kode saham PPGL ini menjadi perusahaan tercatat ke-33 di BEI sepanjang 2020.

Pada perdagangan perdana, harga PPGL dibuka naik 10% menjadi Rp 121 per saham dari harga initial public offering (IPO) Rp 110 per saham. Lewat IPO, Prima Globalindo melepas 150 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Hasil penjualan saham ini, Prima Globalindo mengantongi dana segar Rp 16,5 miliar. Dalam IPO ini, Prima Globalindo menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Selain melepas saham, Prima Globalindo juga menerbitkan pemanis yang diberikan secara cuma-cuma berupa Waran Seri I sebanyak 210 juta atau 35% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Setiap pemegang 5 saham baru Prima Globalindo berhak memperoleh 7 Waran Seri I yang mana setiap satu Waran Seri I dapat digunakan untuk membeli satu saham baru.

Waran ini dapat ditukar menjadi saham mulai 20 Januari 2021 sampai dengan 19 Juli 2022 dengan harga pelaksanaan Rp 152. Jika terealisasi seluruhnya, Prima Globalindo akan mengantongi dana segar dari penerbitan Waran Seri I sebesar Rp 31,92 miliar.

Direktur Utama Prima Globalindo Logistik Darmawan Suryadi mengatakan, dana hasil IPO ini akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan bisnis PPGL ke depannya. “Perusahaan ini bakal fokus pada peningkatan mutu layanan yang meliputi jasa pengurusan tranportasi, serta rencana pengembangan area bisnis, seperti investasi depo peti kemas,” kata Darmawan dalam siaran pers, Senin (20/7).

Di samping itu, Prima Globalindo akan terus berupaya untuk dapat memenuhi permintaan dari repetitive customer. “Kami juga optimistis, IPO ini dapat meningkatkan brand positioning sehingga PPGL dapat lebih dikenal dan dipercaya publik,” ucap dia.

Berdasarkan prospektus, setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, dana hasil IPO ini bakal dimanfaatkan sebagai modal kerja. Yang paling besar, yakni sekitar 81,88%, akan digunakan untuk biaya-biaya terkait jasa pengurusan transportasi ekspor (freight forwarding export).

Kemudian, sekitar 12,24% untuk biaya-biaya terkait pengangkutan ekspor (trucking export) dan sekitar 5,12%, untuk biaya-biaya terkait jasa pengurusan transportasi impor (freight forwarding import). Terakhir, sekitar 0,76%, akan digunakan untuk biaya-biaya pengangkutan impor (trucking import).

Check Also

Bank DKI Ambil Bagian Dalam Gelaran Workshop Kolaborasi OJK Dan ILO

MarketNews.id Kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO) yang juga melibatkan berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *