Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Transaksi Harian BEI Turun 11,56 Persen Jadi Rp7 Triliun

Transaksi Harian BEI Turun 11,56 Persen Jadi Rp7 Triliun

Marketnews.id Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan atau periode 22-26 Juni 2020, rata-rata nilai transakai harian ( RNTH ) mengalami penurunan sebesar 11,56 persen menjadi Rp7 triliun dari senilai Rp7,92 triliun pada pekan sebelumnya.


Data perdagangan saham tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, di Jakarta, Minggu (28/6). “Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) selama sepekan ditutup mengalami perubahan sebesar 0,77 persen ke level 4.904 dari 4.942 pada akhir pekan sebelumnya,” kata Aji.


Selain itu, penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa selama sepekan, yaitu 0,7 persen menjadi Rp5.676,93 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp5.717,45 triliun. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian menurun 17,14 persen dibanding pekan sebelumnya menjadi 532,78 ribu kali.


Kemudian, lanjut Aji, rata-rata volume transaksi harian Bursa menurun 5,14 persen menjadi 7,95 miliar unit saham dari 8,38 miliar unit saham. Pada perdagangan Jumat (26/6), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp697,71 miliar, sedangkan sepanjang 2020 mencapai Rp14,553 triliun.

Pada Selasa (23/6), PT Indo Premier Investment Management meluncurkan Reksa Dana Indeks Premier ETF Indeks IDX30 (XIID), merupakan ETF ke-7 yang dicatatkan di BEI selama 2020.


Premier ETF tersebut berbasis Indeks IDX30 yang menjadi dasar transaksi penerbitan atau underlying dari XIID. Bertindak sebagai Bank Kustodian adalah Deutsche Bank AG Cabang Jakarta, sedangkan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.


“Dengan pencatatan ETF XIID, maka sampai saat ini BEI telah mencatatkan sebanyak 45 ETF atau tertinggi di Asia Tenggara. Hal tersebut merupakan komitmen BEI untuk terus menumbuhkan produk berbasis Local Index dalam memajukan industri ETF,” ujar Aji.


Sejauh ini, kata Aji, BEI sudah didukung oleh 22 Manajer Investasi Penerbit ETF dan sebanyak tujuh Dealer Partisipan ETF. Rata-rata nilai transaksi ETF selama kurun 2016-2019 mampu bertumbuh 55 persen. “Meski mengalami penurunan pada Maret 2020 akibat kondisi pandemi Covid-19, rata-rata transaksi harian ETF terus meningkat sampai Februari 2020 yang dicatatkan sebesar Rp130,82 miliar per hari,” ucap Aji.


Pada Kamis (25/6), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2020 dengan nilai nominal Rp554 miliar dengan tingkat bunga 10,25 persen dan jangka waktu tiga tahun.


Dengan demikian, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2020 terdapat 31 emisi dari 26 Perusahaan Tercatat dengan nilai Rp27,41 triliun. Maka, emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp430,58 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat.


“Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 97 seri dengan nilai nominal Rp3096,39 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sebelas emisi senilai Rp8,96 triliun,” kata Aji.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *