Home / Otoritas / Bank Indonesia / Penempatan Dana Pemerintah Di Bank BUMN, Timbulkan Kecemburuan

Penempatan Dana Pemerintah Di Bank BUMN, Timbulkan Kecemburuan

Marketnews.id Dana pemerintah yang selama ini di simpan di Bank Indonesia, akan di tarik dan di tempatkan di bank BUMN. Bank plat merah tersebut adalah, BTN, BNI dan Bank Mandiri. Kenapa Bank Rakyat Indonesia (BRI) tidak kebagian. Padahal, bank ini yang paling banyak menyalurkan kredit kecil dan mikro kepada nasabahnya. Dan kini, nasabahnya tersebut sedang direstrukturisasi oleh BRI.

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan optimis dapat mentransmisikan dana yang ditempatkan pemerintah hingga tiga kali lipat dalam bentuk ekspansi kredit.

Seperti diketahui, pemerintah akan menempatkan dana di bank-bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) sebesar Rp30 triliun. Dana ini sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia.

Penempatan dana pemerintah tersebut menggunakan mekanisme deposito dengan suku bunga 80 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia. Saat ini bank sentral mematok BI 7-days Reverse Repo Rate (BI-7DRR) sebesar 4,25 persen.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso mengatakan penempatan dana pemerintah ini dapat memperkuat likuiditas bank Himbara sekaligus menggerakkan sektor riil.

“Kami di Himbara komit menumbuhkan ini [dana pemerintah] tiga kali lipat dalam waktu 3 bulan. Kami sudah punya rencana, nanti bisa ditanyakan ke masing-masing Dirut Himbara,” katanya dalam jumpa pers bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (24/6/2020).

Sunarso menjelaskan, khusus di BRI, pihaknya telah menyusun rencana rencana ekspansi kredit untuk 3 bulan ke depan, baik target dan segmen pasar, maupun berdasarkan kewilayahan.

“Misalnya jika [BRI] dapat Rp10 triliun, kami harus ekspansi Rp30 triliun dan kami komit untuk mencapai lebih dari itu,” jelas Sunarso.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Royke Tumilaar menyampaikan apresiasinya karena Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang dipercaya untuk penempatan dana pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Senada, Royke mengatakan telah menyiapkan rencana ekspansi kredit, setelah restrukturisasi yang dilakukan bank sejak awal Maret hingga Juni 2020.

“Kami siap ekspansi, terutama di daerah yang punya kesempatan tumbuh, terutama di daerah wisata, yang mungkin segera dibuka, perdagangan dan sektor lain yang bisa menjadi tumpuan agar UMKM bisa cepat pulih,” tutur Royke.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Herry Sidharta mengatakan ekspansi kredit akan diprioritaskan kepada industri padat karya, juga ke sektor ekonomi yang memberi stimulan pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala Nugraha Mansury mengatakan ekspansi dari dana yang ditempatkan pemerintah akan tetap difokuskan pada penyaluran kredit perumahan. Pahala mengutarakan 40% dari dana tersebut akan disalurkan ke kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi.

“Selain itu juga kredit konstruksi yang terkait dengan KPR, baik subsidi maupun nonsubsidi. Kami optimis harapan yang ditaruh kepada Bank BTN akan terlaksana,” jelas Pahala.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *