Home / Otoritas / Bank Indonesia / Jurus OJK Support Lembaga Keuangan Agar Tetap Survive Di Pendemi Covid-19

Jurus OJK Support Lembaga Keuangan Agar Tetap Survive Di Pendemi Covid-19

Marketnews.id Pemerintah lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), komit untuk mendukung lembaga keuangan agar dapat bertahan dan mampu melewati tantangan dalam krisis global saat ini. Caranya, beberapa stimulus dan pendukungnya akan terus dikeluarkan sesuai kebutuhan.

Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen untuk tetap menjaga keberlangsungan bisnis lembaga jasa keuangan yang cukup terdampak akibat pandemi virus corona tahun ini.

Adapun, berdasarkan publikasi di Harian Bisnis Indonesia, Selasa (2/6/2020), berikut kebijakan stimulus lanjutan dari otoritas pengawas untuk pemulihan ekonomi nasional.

Pertama, pelaporan/ perlakuan/ governance atas kredit dan pembiayaan yang direstrukturisasi dalam SLIK mendapat label COVID19, dan dikecualikan dari perhitungan loan at risk. Akan tetapi, persetujuan restrukturisasi tetap memperhitungkan prinsip obyektivitas, independen dan menghindari benturan kepentingan dan kewajaran.


Kedua, OJK juga meningkatkan kapasitas permodalan perbankan melalui penyesuaian pada capital buffer bagi bank umum kelompok usaha 3 dan 4. Lalu, penilaian kualitas AYDA berdasarkan jangka waktu kepemilikan dihentikan sementara. OJK juga melakukan penyesuaian penghapusan aktiva produktif umum bagi BPR/BPRS.

Ketiga, OJK memperlonggar likuiditas perbankan dengan menurunkan batas minimum liquidity coverage ratio, dan pemenuhan net stable funding untuk BUKU 3 dan 4 serta bank asing.

Penempatan dana antar bank untuk penanggulangan permasalahan likuiditas pun dikecualikan dari ketentuan BMPK. OJK pun menunda pemberlakuan Basel III finishing post-crisis reforms. Otoritas pengawas melakukan penyesuaian pula pada jumlah dana pendidikan SDM.


Keempat, pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi sudah dapat dilakukan melalui sarana digital media elektronik. Tanda tangan basah pun dapat diganti dengan tanda tangan elektronik.

Kelima, kebijakan relaksasi bagi lembaga keuangan mikro pun dilakukan dengan pemberian restrukturisasi terhadap debitur yang terdampak, dan berlaku sampai dengan 6 bulan. OJK pun memperpanjang batas waktu penyampaian laporan keuangan 4 bulanan.

Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *