Home / Corporate Action / Minat Lelang SBSN Rp 18,11 Triliun, Yang Diserap Hanya Rp5,5 Triliun

Minat Lelang SBSN Rp 18,11 Triliun, Yang Diserap Hanya Rp5,5 Triliun

Marketnews.id Kelebihan permintaan atas surat utang, disatu sisi menunjukkan debitur begitu dipercaya oleh kreditur. Disisi lain, bisa dianggap, debitur kurang jeli menghitung potensi pasar. Tapi di sisi lain, merupakan strategi debitur untuk mengatur cashflow. Dimana debitur atau obligor akan mengambil utang lebih banyak disaat yang sangat dibutuhkan oleh debitur atau obligor.

Hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (5/5) berlangsung cukup ramai. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mencatat jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp 18,11 triliun. 

Jumlah tersebut hanya turun sedikit dari lelang SBSN dua pekan lalu yang menerima Rp 18,83 triliun penawaran. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto mengatakan hasil lelang SBSN relatif stabil karena minat investor domestik terutama perbankan dan Bank Indonesia cukup tinggi dalam memburu SBSN. 

Namun, dalam lelang SBSN kali ini, pemerintah hanya menyerap Rp 5,5 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah dari lelang SBSN dua pekan lalu yang sebesar Rp 9,98 triliun. 

Menurut Ramdhan, penyerapan pemerintah yang menurun menunjukkan pemerintah masih memiliki bargaining yang baik. Di satu sisi yield rata-rata yang dimenangkan pemerintah di lelang kali ini cenderung lebih tinggi dari lelang dua pekan lalu. 

Lihat saja, yield seri PBS002 berada di 6,29%. Sedangkan, yield pada lelang yang lalu berada di 5,88%. Begitu pun yield seri PBS026 naik dari 7,1% menjadi 7,4%. 

Ramdhan mengatakan yield naik karena investor dihadapkan pada risiko yang lebih tinggi selama penyebaran Covid-19 masih meluas. “Pasien positif korona masih terus naik, vaksin juga belum terkonfirmasi bisa menyembuhkan,” kata Ramdhan, Selasa (5/5). 

Dalam lelang kali ini, pemerintah tidak menyerap dana yang masuk melalui seri SPNS06112020, padahal seri tersebut menerima penawaran sebesar Rp 650 miliar. Menurut Ramdhan, pemerintah memiliki pengelolaan utang agar jatuh tempo utang tidak menumpuk di waktu yang bersamaan.  

Sementara itu, pemerintah paling banyak menyerap dari seri PBS007 yang jatuh tempo 15 September 2040. Jumlah yang pemerintah serap sebesar Rp 2,85 triliun. Penawaran yang masuk ke seri PBS007 sebesar Rp 6,28 triliun. 

Check Also

Antisipasi Kebutuhan Idulfitri, Pertamina Tambah 7,36 Juta Tabung LPG 3 Kilo.

MarketNews.id Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, telah menambah pasokan LPG 3 kilogram …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *