Home / Korporasi / BUMN / BRISPOT Ujung Tombak BRI Dalam Proses Pinjaman Dan Penyaluran Kredit

BRISPOT Ujung Tombak BRI Dalam Proses Pinjaman Dan Penyaluran Kredit

Marketnews.id Kreativitas dan kejelian melihat peluang jadi modal utama disaat perekonomian melemah akibat pendemi Covid-19. Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berusaha agar tetap terhubung dengan nasabahnya. Itulah sebabnya BRI harus merasa hadir ditengah nasabahnya meski dalam keadaan darurat kesehatan seperti saat ini. Perbankan dan nasabah harus terus berinteraksi agar apa yang di alami oleh nasabah dapat di antisipasi oleh perbankan sebagai kreditur.

Seperti diketahui, di tengah tekanan pandemi COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia BRI menerapkan strategi kredit tumbuh selektif dengan tetap memberikan dukungan terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Salah satu upaya counter cyclical yang dilakukan perseroan adalah dengan terus menyalurkan kredit mikro BRI (yang terdiri dari KUR, Kupedes dan Briguna Mikro).

Menurut Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI bahwa aktivitas pemasar mikro BRI atau biasa disebut Mantri BRI dilakukan sesuai dengan protokol bisnis yang ditempuh perseroan dan disesuaikan dengan imbauan physical distancing dari pemerintah.

“Saat ini seluruh aktivitas Mantri BRI telah didukung dengan utilisasi aplikasi digital BRI sehingga proses penyaluran kredit berjalan normal,” kata Supari lewat keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Dia menjelaskan, BRI telah memiliki aplikasi yang bisa mempercepat proses pengajuan pinjaman dan penyaluran kredit mikro yakni BRISPOT. Aplikasi khusus ini, menjadi tools bagi para Mantri BRI guna menciptakan fleksibilitas dan efektifitas, sehingga proses kredit bisa dilakukan secara digital dengan lebih cepat.

“Selama bulan Maret 2020, sebanyak 634 ribu debitur mikro dengan total plafon Rp23,4 triliun diproses secara digital, di mana BRISPOT mendukung alur proses prakarsa dan putusan kredit tanpa harus bertatap muka dan tanpa berkas hardcopy antara relationship manager (RM) atau mantri dengan pejabat pemutus kredit sehingga mendukung gerakan physical distancing,” ujar Supari.

BRISPOT juga memfasilitasi monitoring off site terhadap identifikasi kondisi nasabah, sehingga untuk debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya karena terdampak penyebaran COVID-19 dapat segera dilakukan upaya restrukturisasi kredit.

“Dari 134.000 debitur terdampak COVID-19 yang telah mendapatkan relaksasi dari BRI, 80% di antaranya atau sekitar 110.000 merupakan debitur dengan segmen mikro,” imbuh Supari.

Melalui BRISPOT, para mantri melayani cash pick up untuk setoran pinjaman dan simpanan sehingga nasabah nasabah BRI tidak perlu keluar rumah atau tempat usahanya untuk melakukan transaksi penyetoran tunai.

Jumlah transaksi  cash pick up yang diproses melalui BRISPOT pada bulan Maret lalu mencapai 571.000 transaksi dengan nominal Rp1,2 triliun.

Perseroan, menurut Supari, akan terus mengembangkan BRISPOT untuk menjadi super app. Harapannya, BRISPOT ke depan tidak hanya dimanfaatkan oleh para Mantri BRI, tetapi juga nasabah (end user) dan juga bersentuhan dengan mitra BRI, agen BRILINK, fintech, peer to peer lending, dan e-commerce.

“Mantri sudah melek teknologi BRISPOT jadi kalau BRISPOT menjadi super app nantinya mantri yang berjumlah hampir 28.000 orang di seluruh Indonesia bisa berjualan produk apa saja di platform ini,” tuturnya.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *