Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indeks Saham Mulai Bergerak Naik Setelah Turun Berkepanjangan

Indeks Saham Mulai Bergerak Naik Setelah Turun Berkepanjangan

Marketnews. Id Hari ketiga dibulan Maret ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir nya mampu bergerak naik di posisi 5.518,63. Meningkat 157,38 poin atau 2,94 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Di sepanjang perdagangan indeks harga saham gabungan bergerak di teritori positif dan akhirnya ditutup menguat signifikan.


Adanya pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral global terutama the Fed untuk menangkal dampak negatif dari penyebaran virus Korona menjadi sentimen positif utama yang mendorong penguatan tersebut.


Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas juga turut menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
Indeks harga saham gabungan ditutup menguat +157 poin (+2,94%) ditutup pada level 5.518. Sektor infrastruktur dan konsumsi yang masing-masing bertambah +40 poin (+4,23%) dan +67 poin (+3,90%) menjadi kontributor utama bagi penguatan indeks hari ini.


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika diperdagangan melemah tipis -17 poin (-0,12%) ditutup pada level Rp14.282. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp265 miliar di pasar reguler.

Rencana paket stimulus kedua oleh pemerintah berhasil mengangkat sentimen pasar sekaligus mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan melonjak sekitar 3 persen pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2020).

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak positif di level 5.431,30 – 5.545,77. Kenaikan yang dibukukan IHSG pada akhir perdagangan juga adalah yang terbesar sejak melonjak 3,2 persen pada 5 Oktober 2015.

Seluruh 9 sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+4,23 persen), barang konsumen (+3,90 persen), dan aneka industri (+2,84 persen).

Sementara itu, dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 313 saham menguat, 94 saham melemah, dan 275 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 3,95 persen dan 5,23 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono mengatakan stimulus kedua yang terdiri dari beberapa kebijakan itu nantinya akan difokuskan pada distribusi barang terutama untuk mendorong ekspor maupun impor. 

“Dalam beberapa hari ini Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian sudah menyiapkan kebijakan, second stimulus yang nantinya fokus pada lalu lintas barang,” terang Susiwijono dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Selasa (3/3/2020).

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *