Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Transaksi Harian Hanya Mencapai Rp 6 Triliun. IHSG Turun Di bawah 6.000

Transaksi Harian Hanya Mencapai Rp 6 Triliun. IHSG Turun Di bawah 6.000

Marketnews.id Naik atau turunnya Perdagangan saham di lantai bursa, adalah suatu hal yang lumrah. Seperti yang terjadi sepanjang bulan Januari lalu, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami penurunan. Bila Desember lalu rata rata transaksi harian sudah mencapai Rp 9 Triliun. Kini, rata rata transaksi harian hanya sekitar Rp 6 Triliun. Pertanyaan nya, apakah penyebab melemah dan menurunnya transaksi harian.

Apakah turun nya transaksi hanya karena salah satu atau dua pemodal nya di tahan oleh Kejaksaan. Betapa hebatnya pemodal atau investor lokal ini. Hanya beberapa orang saja di tahan, sudah membuat Transaksi harian turun Rp 3 Triliun.

Seperti diketahui, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan di sepanjang pekan ini, periode 27-31 Januari 2020 turun 4,87 persen ke level 5.940, dari 6.244 pada penutupan perdagangan di akhir pekan sebelumnya.


PH Sekretaris Perusahaan BEI, Albertus Fajar Subagyo mengatakan, pada perdaganganBursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) kembali tertekan.”Rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 1,88 persen, menjadi Rp6,35 triliun dari Rp6,45 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Fajar di Jakarta, Minggu (2/2).


Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami penurunan sebesar 4,86 persen menjadi Rp6.864,27 triliun, dari Rp7.214,77 triliun pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.


Tren negatif perdagangan BEI juga ditunjukkan oleh rata-rata volume transaksi harian yang mengalami penurunan sebesar 20,91 persen menjadi 6,46 miliar unit saham dari 8,16 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.


“Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 2,04 persen menjadi 418,44 ribu kali transaksi dari 410,08 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya,” ujar Fajar.
Pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2020, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,85 triliun. Sehingga, nilai beli bersih investor asing di sepanjang tahun ini menjadi hanya senilai Rp33,58 miliar.

Lalu bagaimanakah perdagangan saham di awal Pebruari. Beberapa analis dari perusahaan sekuritas masih pesimistis perdagangan saham akan terus mengalami penurunan. Apalagi isu global seperti virus Corona, perang dagang hingga melemah ekonomi dunia masih jadi alasan penyebab melemahnya perdagangan saham.

Check Also

Hingga Juni 2022,
PT Wijaya Karya Sudah Kantongi Proyek Baru Senilai Rp13, 8 Triliun

MarketNews.id PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus berupaya untuk memperbaiki dan terus meningkatkan kinerja. Hasilnyapun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *