Home / Market & Update / Finansial / Inflasi Terendah Sejak Krisis 98.Ekonomi Stagnan?

Inflasi Terendah Sejak Krisis 98.Ekonomi Stagnan?

Marketnews.id Inflasi periode Januari 2020 tercatat sebesar 0,39 persen. Hal itu didasarkan pada hasil survey yang dilakukan oleh Badan Pusat statistik (BPS) terhadap 90 kota indeks harga konsumen (IHK).


Tercatat sebanyak 79 IHK mengalami inflasi dan 11 kota IHK mengalami deflasi. Seperti diketahui hasil survei inflasi tahun 2020 ini mulai menggunakan metode baru yaitu dengan merujuk pada classification of individual comsumption according to purpose (COICOP) 2018.


Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan inflasi secara tahunan sebesar 2,68 persen. Untuk inflasi tertinggi terjadi di Maulebouh, Aceh sebesar 1,44 persen dan terendah terjadi di Gorontalo sebesar 0,03 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 1,39 persen dan terendahnya di Kudus 0,01 persen. Inflasi yang terjadi di bulan Januari 2020 lebih disebabkan oleh gejolak harga pada komoditas volatile food.


“Jadi inflasi sebesar 0,39 persen itu penyebabnya adalah kenaikan harga cabe merah, cabe rawit, ikan segar, beras dan rokok. Kemudian yang menghambat inflasi karena adanya penurunan harga tarif angkutan udara, bensin dan daging ayam ras,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (03/02).


Andil kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 0,41 persen, berkontribusi terbesar terhadap laju inflasi. Tingkat inflasi dari kelompok ini adalah 1,62 persen.


Sementara yang paling memberikan andil terhadap deflasi adalah, dari kelompok pengeluaran transportasi dan pendidikan dimana masing-masing memberikan andil terhadap deflasi 0,11 persen dan 0,01 persen. Tingkat inflasi dari dua kelompok pengeluaran ini masing-masing sebesar -0,89 persen dan -0,14 persen.
“Ke depan kita harap inflasi tetap terkendali dan tetap bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah,” pungkas Suhariyanto.

Lebih jauh Suhariyanto menjelaskan, sektor transportasi pada Januari 2020 mencatatkan deflasi 0,87% dengan sumbangan 0,11%. Deflasi terjadi karena penurunan harga tiket pesawat dengan andil 0,07%.

Suhariyanto melanjutkan penurunan harga tiket pesawat karena musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020 sudah usai. Usai masa liburan, harga tiket pesawat turun di 58 kota.

“Penurunan tertinggi di Padang Sidempuan, Palangka Raya, Kupang sampai 16%, lalu penurunan juga terjadi di Manado, Tual, Baubau turun 14%. Itu yang menyebabkan transportasi deflasi,” jelas dia.

Selain penurunan harga tiket pesawat, Suhariyanto mengungkapkan penurunan harga bensin jenis Pertamax RON92 dan Pertamax Turbo juga memberikan andil deflasi pada kelompok pengeluaran transportasi.

“Sehingga andil bensin 0,06%, itu yang menyebabkan transportasi deflasi 0,89%,” ungkap dia.

Check Also

Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Buat Arus Balik Idulfitri 2024

MarketNews.id Memasuki masa puncak arus balik, Pertamina Patra Niaga terus mempersiapkan diri dan memonitor ketersediaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *