Home / Otoritas / Bank Indonesia / Target Inklusi Keuangan Capai 75 Persen

Target Inklusi Keuangan Capai 75 Persen

Marketnews.id Puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2019, di deklarasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan meluncurkan program Sinergi Aksi Indonesia Menabung.

Adapun, sinergi aksi ini melibatkan OJK, BI, LPS dan Lembaga Jasa Keuangan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menabung untuk investasi, perlindungan dan juga masa depan.

Tujuan dari sinergi aksi ini untuk mewujudkan kepemilikan rekening oleh seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai program telah dimulai seperti kepemilikan rekening oleh seluruh pelajar, atau One Student, One Account.

“Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan diharapkan mampu mendorong keterbukaan akses keuangan bagi masyarakat. Masyarakat secara terbuka dapat memperoleh informasi terkait produk dan layanan keuangan, serta memanfaatkan produk keuangan yang dibutuhkan seperti untuk menabung ini,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam sambutannya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Anggota Dewan Komisioner OJK, Anggota Dewan Komisioner LPS, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, para Pimpinan LJK dan instansi terkait lainnya.

Puncak BIK 2019, 20 Agustus Ditetapkan Jadi Hari Indonesia Menabung.
Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan akan menjadi agenda nasional dan dilakukan secara secara berkesinambungan setiap tahunnya di seluruh wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini diharapkan akan memberikan dampak yang positif khususnya dalam pemenuhan dan perluasan akses keuangan bagi masyarakat serta pencapaian tingkat inklusi keuangan di Indonesia.

.

Sebagai puncak Bulan Inklusi Keuangan2019, OJK juga menyelenggarakan kegiatan FinEXPO & Sundown 2019 dengan tema Sinergi Aksi dalam Mewujudkan Inklusi Keuangan untuk Semua dan Perlindungan Konsumen yang Optimal dan tagline ‘Gapai Puncak Inklusi, Perlindungan Makin Pasti’.

Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari pada tanggal 17 – 20 Oktober 2019 di Mall Kota Kasablanka dengan melibatkan seluruh sektor industri jasa keuangan, baik Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Pergadaian, Lembaga Pembiayaan dan Fintech.

Kegiatan FinEXPO & Sundown Run 2019 merupakan bentuk komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memantapkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara menyebut target inklusi keuangan pada 2019 melampaui 75%.

“Berdasarkan hasil survei terakhir target inklusi keuangan mencapai 75% tahun ini. Alhamdulillah telah terlampaui,” kata Tirta.

Selain inklusi, tingkat literasi keuangan juga tercapai. Disebutkan Tirta pada tahun ini target literasi keuangan meningkat 35%. “Kami bersyukur dan terima kasih atas peran lembaga jasa keuangan,” jelasnya.

Adapun, OJK bersama kementerian/lembaga serta lembaga jasa keuangan terus mendorong akselerasi jumlah rekening, produk serta layanan jasa keuangan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu upaya penting lainnya adalah dengan menetapkan Oktober sebagai bulan inklusi keuangan. Beragam kegiatan diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia. Adapun, kata Tirta, program yang dilaksanakan pada umumnya adalah melakukan financial expo serta kampanye terkait inklusi keuangan.

Sebagai puncak dari perayaan bulan inklusi keuangan 2019, OJK menyelenggarakan Financial Expo dan Sundown Run 2019 yang mengambil tagline ‘Gapai Puncak Inklusi, Perlindungan Makin Pasti’.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengharapkan acara ini bisa menjadi sebuah footprints upaya bersama peningkatan akses keuangan, yang dibarengi dengan perlindungan konsumen yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita berkomitmen untuk menyelenggarakan bulan inklusi keuangan ini secara berkesinambungan dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pemahaman serta pemanfaatan produk dan jasa keuangan,” jelas Nurhaida.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *