MarketNews.id-Jelang usia emas Pasar Modal Indonesia ke 50 tahun tahun depan, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) siap untuk terus memperkuat fondasi bisnis guna meningkatkan kualitas, integritas dan daya saing di tengah dinamika pasar global.
Penguatan dilakukan melalui reformasi struktural, pengembangan infrastruktur dan produk, serta perluasan akses investasi bagi investor maupun masyarakat luas.
Semua langkah di atas dilakukan serentak oleh Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Setral Efek Indonesia (KSEI).
KSEI, sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia meraih sejumlah pencapaian sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan tahun 2026. Pencapaian tersebut merupakan bagian dari upaya KSEI untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia melalui berbagai inovasi.
Berdasarkan data jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat di KSEI, terdapat pertumbuhan (Single Investor Identification) SID sebesar 49% dengan peningkatan dari 20,35 juta pada tahun 2025 menjadi 30,3 juta pada 7 Agustus 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari investor saham dan surat berharga lainnya sejumlah 10,05 juta (meningkat 17% ytd), reksa dana 29,02 juta (meningkat 51% ytd), dan investor Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 1,58 juta (meningkat 12% ytd).
Data KSEI juga mencatat pertumbuhan SID terbesar per provinsi di Indonesia berdasarkan urutan lima besar, yang terdiri dari pertumbuhan terbesar di Aceh (103,65%), disusul oleh Sumatera Barat (85,35%), Nusa Tenggara Barat (82,97%), Jambi (81,37%), dan Riau (81,27%).
Mengikuti perkembangan IHSG dan kapitalisasi pasar, total aset yang tercatat di KSEI mengalami penurunan dari Rp10,62 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp8,26 triliun per 7 Agustus 2026. Di sisi lain, asset under management (AUM) reksa dana yang tercatat di KSEI sampai dengan 7 Agustus 2026 berjumlah Rp987,97 triliun atau mengalami penurunan sebesar enam persen (ytd).
Dalam rangka mendukung peluncuran ETF Emas pada HUT ke-49 pasar modal Indonesia, KSEI sebelumnya telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 12 Juni 2026 dengan PT Pegadaian sebagai pemegang rekening KSEI untuk mendukung penerapan perdagangan ETF Emas di pasar modal Indonesia.
PKS tersebut memberikan wewenang kepada PT Pegadaian untuk langsung mencatat EGR ke dalam sistem KSEI, yaitu The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST).
EGR adalah bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik di sistem KSEI yang didasari oleh emas fisik yang disimpan dan diadministrasikan oleh PT Pegadaian yang berperan sebagai institusi penyimpan emas yang telah mendapatkan izin sebagai penyelenggara kegiatan usaha bullion dari OJK.
Sebagai tindak lanjut, KSEI secara resmi telah menerbitkan International Securities Identification Number (ISIN) untuk EGR milik PT Pegadaian sebagai aset dasar bagi produk ETF emas pada 4 Agustus 2026.
Sedangkan untuk tahun 2026, KSEI telah memiliki beberapa rencana terkait dengan pengembangan, salah satunya meliputi pembaruan C-BEST, yang digunakan sebagai sistem operasional transaksi efek di KSEI, dengan adaptasi terhadap teknologi baru serta penambahan kapasitas sistem untuk mendukung penambahan kapasitas di BEI dan KPEI.
Adapun untuk pembaruan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) yang digunakan untuk industri reksa dana, akan dilakukan pengembangan untuk mendukung pertumbuhan industri dan pengembangan bisnis dan program baru di industri reksa dana.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pasar keuangan Indonesia, Legal Entity Identifier (LEI) merupakan kode identitas yang digunakan untuk mengidentifikasi badan usaha atau entitas hukum yang terlibat dalam transaksi keuangan global.
Penerbitan dan pengelolaan LEI dilaksanakan oleh Local Operating Unit (LOU), yaitu lembaga yang memperoleh kewenangan resmi dari Global Legal Entity Identifier Foundation (GLEIF).
Sampai dengan saat ini, Indonesia belum memiliki LOU yang terakreditasi oleh GLEIF. Sehubungan dengan hal tersebut, KSEI telah melaksanakan kajian dan pengembangan sebagai persiapan untuk bertindak sebagai LOU di Indonesia.
KSEI juga telah melakukan kajian infrastruktur International Central Securities Depository (ICSD) Linkage yang diharapkan dapat memperluas akses transaksi dana offshore, meningkatkan efisiensi investor lintas negara, serta mengoptimalkan pemanfaatan SID lintas industri.
Sebagai tindak lanjut atas kajian tersebut, KSEI tengah menjalin kerja sama dengan ICSD untuk memfasilitasi investor global dalam mengakses reksa dana di Indonesia.
Keamanan informasi merupakan salah satu hal penting yang dilakukan KSEI sebagai LPP. Sebagai upaya untuk mendukung keamanan informasi di KSEI, maka pada tahun 2026 melakukan penyempurnaan pedoman keamanan informasi kepada pemakai jasa KSEI dan melakukan program assessment keamanan informasi kepada partisipan KSEI.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan, “Meskipun pasar modal Indonesia menghadapi berbagai dinamika sejak awal tahun 2026, namun KSEI bersama OJK dan SRO senantiasa berupaya menjaga stabilitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia melalui berbagai kebijakan dan inisiatif strategis, termasuk implementasi 8 (delapan) Rencana Aksi Percepatan Pasar Modal Indonesia.
Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global, untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Data pertumbuhan investor yang tercatat di KSEI juga terus menunjukkan peningkatan, yang merupakan wujud dari tetap terjaganya kepercayaan investor pasar modal.”
Transformasi Berkelanjutan, Perkuat Fondasi Pasar Modal Indonesia
Capaian perdagangan, pertumbuhan investor, penghimpunan dana, reformasi regulasi, serta penguatan infrastruktur yang dilakukan BEI, KPEI, dan KSEI menunjukkan bahwa pengembangan pasar modal Indonesia terus diarahkan tidak hanya pada pertumbuhan aktivitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan ketahanan ekosistem.
Ke depan, sinergi OJK dan SRO akan terus diarahkan untuk memperkuat integritas pasar, meningkatkan efisiensi dan manajemen risiko, memperluas akses investor, mengembangkan produk baru, serta meningkatkan konektivitas pasar modal Indonesia dengan pasar global.
Momentum HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia ini menjadi penanda bahwa transformasi pasar modal Indonesia terus berlanjut dengan fondasi yang semakin kuat, infrastruktur yang semakin terintegrasi, serta pilihan investasi yang semakin beragam bagi masyarakat dan investor.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal