Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Jelang 50 Tahun Bursa, KPEI Terus Tingkatkan Efisiensi Kliring Dan Perluas Layanan

Jelang 50 Tahun Bursa, KPEI Terus Tingkatkan Efisiensi Kliring Dan Perluas Layanan

MarketNews.id-Jelang usia pasar modal Indonesia menuju 50 tahun, penyelenggara bursa khususnya PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) , akan terus berinovasi untuk memperkuat fondasi buat tingkatkan kualitas, integritas, efisiensi dan daya saing global agar mampu jadi pemenang dan terdepan dalam melayani konsumen. Selain itu, KPEI terus lakukan pengembangan layanan di pasar modal dan pasar uang serta Valuta Asing (PUVA).

KPEI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan pasar keuangan Indonesia melalui peningkatan efisiensi penyelesaian transaksi, penguatan manajemen risiko, serta pengembangan layanan di pasar modal dan Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA).

Hingga akhir Juli 2026, rata-rata nilai penyelesaian dari mekanisme kliring secara netting untuk nilai transaksi bursa mencapai Rp6,65 triliun, meningkat sekitar 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, efisiensi nilai penyelesaian transaksi harian meningkat dari 61,81 persen menjadi 65,43 persen.

Di tahun 2026, KPEI telah berhasil mengimplementasikan inovasi baru yaitu Mekanisme Penyelesaian Transaksi Level Anggota Kliring sejak 15 Juni 2026, yang mampu meningkatkan efisiensi pada penyelesaian transaksi pasar.

Hal ini terbukti dengan sejak tanggal implementasinya, rata-rata efisiensi instruksi penyelesaian meningkat sebesar 96 persen dan efisiensi waktu penyelesaian juga meningkat sebesar 86 persen.

Pencapaian ini sejalan dengan komitmen KPEI untuk terus meningkatkan kualitas layanan jasa untuk mendukung pasar modal yang lebih kuat dan efisien.

Dari sisi layanan jasa Pinjam Meminjam Efek (PME), hingga akhir Juli 2026 KPEI mencatatkan total transaksi sebesar Rp109,24 miliar yang meningkat 269 persen dari periode yang sama di tahun 2025.

Secara volume, PME juga mengalami peningkatan sebesar 171 persen dibanding tahun sebelumnya yaitu mencapai 31,18 juta lembar saham. Untuk layanan Triparty Repo, tercatat total nilai outstanding sebesar Rp414,63 miliar dengan jumlah partisipan sebanyak 16 pada 2026.

Untuk segmen Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA), yaitu produk Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), KPEI mencatat nilai nasional transaksi sebesar US$5,21 miliar atau setara Rp90,5 triliun hingga Juli 2026, meningkat 310 persen dari periode yang sama di tahun 2025. Aktivitas tersebut mencatat 912 transaksi dengan jumlah anggota CCP PUVA mencapai 11 anggota per Juli 2026.

Sementara itu, transaksi Triparty Agent Repo (TPA Repo) yang diluncurkan KPEI pada September 2025, menunjukkan perkembangan positif. Per Juli 2026, total nilai transaksi mencapai Rp500 miliar, meningkat 49 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025, dengan jumlah anggota sebanyak 9 anggota.

Selanjutnya, pada tahun 2026, seiring dengan kepemimpinan Direksi baru KPEI untuk periode 2026-2030, KPEI telah menetapkan arah pengembangan Perusahaan dengan aspirasi untuk Menjadi Pilar Utama dalam Pasar Keuangan Indonesia dengan mengadopsi Standar Global dan Fokus pada Efisiensi, Keandalan, Keamanan, dan Peningkatan Kepercayaan Pasar.

Direktur Utama KPEI Antonius Herman Azwar menyampaikan “KPEI telah menetapkan aspirasi untuk menjadi Pilar Utama dalam Pasar Keuangan Indonesia dengan Mengadopsi Standar Global dan Fokus pada Efisiensi, Keandalan, Keamanan, dan Peningkatan Kepercayaan Pasar.

KPEI sebagai CCP akan bertransformasi dari Clearing Provider menjadi Central Clearing, Risk Management dan Collateral Management Hub yang mengintegrasikan pasar keuangan domestik, regional, dan global.

Transformasi ini akan memperkuat fondasi pasar keuangan nasional melalui konektivitas dan optimalisasi collateral lintas pasar, serta pengelolaan risiko yang lebih efisien.

Untuk mewujudkan aspirasi tersebut, KPEI menetapkan 5 (lima) program strategis hingga 2030. Pertama, mengembangkan layanan dan produk baru di pasar modal maupun PUVA, termasuk perluasan layanan kliring, penjaminan, dan pengelolaan collateral, serta pengembangan layanan cross-market dan digital asset.

Kedua, memperkuat fondasi pasar keuangan Indonesia dengan menjembatani konektivitas antar pasar baik domestik, regional, dan global, mencakup penyediaan konektivitas sistem layanan KPEI dengan trading platform, penyediaan layanan pengelolaan collateral terintegrasi, termasuk offshore collateral.

Konektivitas ini akan mendorong keterhubungan infrastruktur, harmonisasi proses, integrasi manajemen risiko dan pengelolaan collateral, serta standar operasional yang memungkinkan transaksi lintas pasar berlangsung secara lebih efisien dan aman.

Ketiga, memperkuat posisi KPEI sebagai CCP berstandar internasional melalui pemenuhan rekognisi dari berbagai yurisdiksi. Terdapat 4 (empat) recognition internasional yang sedang kami diupayakan KPEI, yaitu QCCP dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Bank of England (BoE), Japan Financial Services Agency (JFSA), dan perluasan status Third-Country CCP European Securities and Markets Authority (TC-CCP ESMA).

Keempat, mengembangkan produk baru untuk memperluas pilihan dan memenuhi kebutuhan pasar. Kelima, memperkuat teknologi dan ketahanan sistem melalui pengembangan sistem kliring dan manajemen risiko baru yang lebih andal dan efisien.

Beberapa program yang ditargetkan dalam waktu dekat antara lain integrasi TPA Repo dengan SPPA, integrasi CCP PUVA dengan Refinitiv, serta pengembangan PME Reksadana dan PME Online.

Pada 2027, KPEI menargetkan pengembangan Offshore Collateral, CCP Repo, I CFTC, dan penyempurnaan parameter risiko.

Selain agenda pengembangan internal, KPEI juga mendukung percepatan reformasi pasar modal Indonesia melalui penyempurnaan parameter risiko, pemanfaatan data kepemilikan dan Ultimate Beneficial Ownership (UBO), kualitas tata kelola emiten untuk mendukung pengawasan, penguatan penegakan peraturan, serta pengembangan infrastruktur dan produk untuk mendukung pendalaman pasar.

Check Also

Pemerintah Minta OJK Dan BEI Perdalam Pasar Modal Gali Pembiayaan Ekonomi Rp9.200 Triliun

MarketNews.id-Pemerintah akan berupaya memperkuat peran pasar modal sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pembiayaan ekonomi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *