Home / Otoritas / Bank Indonesia / RI Kembali Catat Surplus Dagang Berlanjut Dalam 72 Bulan Beruntun.

RI Kembali Catat Surplus Dagang Berlanjut Dalam 72 Bulan Beruntun.

MarketNews.id-Indonesia kembali catatkan kinerja positif dalam surplus perdagangan yang sudah berlangsung dalam 72 bulan Beruntun. Surplus perdagangan sepanjang Januari hingga April 2026 ini ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar USD14,16 Miliar. Sementara komoditas migas masih alami defisit sebesar USD8,52 miliar.

Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan tren positif pada empat bulan pertama 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-April mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni USD87,36 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan peningkatan ekspor terutama ditopang sektor nonmigas yang mencatatkan pertumbuhan signifikan.

“Ekspor nonmigas sepanjang Januari hingga April mencapai USD87,74 miliar atau melonjak 6,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.

Sebaliknya, ekspor migas mengalami kontraksi 8,30 persen, dari USD4,81 miliar pada Januari-April 2025 menjadi USD4,41 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Menurut BPS, sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekspor nasional, mencapai USD75,57 miliar atau meningkat 9,78 persen secara tahunan dibandingkan USD68,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pudji menjelaskan sektor industri pengolahan memberikan andil sebesar 7,71 persen terhadap kenaikan total ekspor nonmigas Indonesia.

“Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari-April 2026,” ujarnya.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia selama Januari-April 2026 tercatat USD86,51 miliar atau melesat 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD76,29 miliar.

Kenaikan impor terutama didorong meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang penolong. Nilai impor kelompok ini mencapai USD61,82 miliar, melompat 11,67 persen dibandingkan USD55,35 miliar pada Januari-April 2025, dengan andil pertumbuhan mencapai 8,74 persen.

Selain itu, impor barang modal juga menunjukkan lonjakan 19,02 persen menjadi USD17,11 miliar dari sebelumnya USD14,38 miliar. Sementara impor barang konsumsi tumbuh 15,68 persen menjadi USD7,58 miliar dari USD6,56 miliar.

Secara bulanan, nilai ekspor Indonesia pada April mencapai USD25,30 miliar atau melambung 21,98 persen dibandingkan tahun lalu sebesar USD20,74 miliar.

Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari ekspor nonmigas yang mencapai USD24,15 miliar, meningkat 23,36 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor migas turun tipis 1,20 persen menjadi USD1,15 miliar dari USD1,17 miliar pada April tahun lalu.

“Total ekspor yang mengalami kenaikan secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas,” kata Pudji.
Pada periode yang sama, nilai impor Indonesia mencapai USD25,21 miliar atau tumbuh 22,49 persen dibandingkan April 2025 sebesar USD20,59 miliar.

Impor nonmigas masih mendominasi dengan nilai USD20,62 miliar atau meningkat 14,11 persen secara tahunan. Sementara itu, impor migas melonjak 82,52 persen menjadi USD4,60 miliar.

Meski impor tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekspor, Indonesia masih membukukan surplus neraca perdagangan pada April 2026 sebesar USD89,1 juta.
Capaian tersebut memperpanjang tren surplus perdagangan menjadi 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sepanjang Januari-April 2026 mencapai USD5,64 miliar.

BPS mencatat surplus tersebut ditopang kinerja perdagangan nonmigas yang membukukan surplus USD14,16 miliar. Namun, sektor migas masih mencatatkan defisit USD8,52 miliar.

Check Also

MGRO Jadi Emiten Dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi Hingga 93,76 Persen

MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menetapkan saham PT Mahkota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *