MarketNews.id-Sepanjang tahun 2025 PT Elnusa Tbk (ELSA) catatkan kinerja positif. Dimana ekuitas alami peningkatan, Liabilitas menurun dan posisi keuangan tetap terjaga solid.
Terus membaiknya kinerja perusahaan di 2025 tidak lepas dari naiknya pendapatan perseroan dari Rp13,39 triliun di 2024 menjadi Rp14,50 triliun di 2025 atau alami peningkatan 8,25 persen. Sementara laba yang berhasil dihimpun Naik 0,7 persen jadi Rp 718,4 miliar.
Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di laman BEI, Kamis (5/3), pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan aktivitas pada segmen distribusi dan logistik energi serta layanan hulu migas.
Kenaikan pendapatan ini mengerek laba bruto menjadi Rp1,45 triliun atau naik 9,2 persen dari tahun 2024 yang berada di angka Rp1,32 triliun.
Di sisi lain beban pokok pendapatan juga mengalami peningkatan 8,1 persen yoy menjadi Rp13,05 triliun dari sebelumnya Rp12,07 triliun seiring intensitas operasi yang lebih tinggi.
Di sisi bottom line, ELSA membukukan laba bersih sebesar Rp718,4 miliar atau naik tipis 0,7 persen dari Rp713,6 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan juga meningkat dari Rp906,83 miliar menjadi Rp912,76 miliar. Kinerja tersebut mengangkat laba per saham dasar menjadi Rp98,43 dari sebelumnya Rp97,78.
Di tengah kinerja yang positif tersebut, beban usaha juga turut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Beban umum dan administrasi naik 15,8 persen menjadi Rp596,30 miliar, sementara beban penjualan melonjak 66,1 persen menjadi Rp7,44 miliar.
Meski demikian, perseroan terbantu oleh penurunan beban keuangan yang turun 22,23 persen menjadi Rp96,89 miliar dari sebelumnya Rp124,59 miliar.
Dari sisi neraca, total aset ELSA per 31 Desember 2025 mencapai Rp10,96 triliun, meningkat 3,1 persen dari Rp10,63 triliun pada 2024.
Kenaikan tersebut didukung bertambahnya aset tetap yang naik 9,5 persen menjadi Rp2,12 triliun serta lonjakan aset hak-guna yang mencapai Rp428,82 miliar dari sebelumnya Rp114,49 miliar.
Sementara itu, total liabilitas turun 1,36 persen menjadi Rp5,65 triliun dari sebelumnya Rp5,72 triliun. Penurunan tersebut utamanya dipengaruhi pelunasan utang sukuk senilai Rp699,41 miliar serta berkurangnya utang usaha kepada pihak berelasi hingga 40,8 persen.
Penguatan juga tampak pada sisi ekuitas yang naik 8,38 persen menjadi Rp5,31 triliun dari semula Rp4,90 triliun. Peningkatan ini terutama didorong pertumbuhan saldo laba tidak dicadangkan yang mencapai Rp4,08 triliun atau meningkat 11,9 persen.
Pada arus kas, perseroan mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,69 triliun, turun tipis 3,2 persen dari tahun sebelumnya. Namun aktivitas pendanaan mencatat arus keluar bersih sebesar Rp1,51 triliun, terutama akibat pelunasan sukuk, pembayaran dividen yang meningkat, serta pembayaran liabilitas sewa dan pinjaman bank.
Kondisi tersebut membuat kas dan setara kas mengalami penurunan 8,5 persen dari Rp2,95 triliun menjadi Rp2,70 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal