MarketNews.id- Alumindo Light Metal Industri (ALMI) menghentikan kegiatan operasionalnya mulai tanggal 31 Oktober 2024 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
Rencana itu akan menghilangkan sumber pendapatan dan pengeluaran, kecuali bunga bank dan kewajiban iuran.
Direktur ALMI, Wibowo Suryadinata menjelaskan, langkah itu diambil setelah upaya mencari pasar selain Amerika belum berhasil. Padahal perseroan telah menggandeng investor dan rekanan.
“Perseroan terus mengalami penurunan penjualan ke titik terendah sisa 2 ribu ton perbulan dari 10 ribu per ton,” tulis Wibowo dalam keterangan resmi, Selasa 29 Oktober 2024.
Wibowo menambahkankan, perseroan juga telah menambah modal Rp8 miliar melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement guna menggurangi beban utang.
Dia menceritakan, kelesuan penjualan alumnium lembaran perseroan sebagai dampak dari penetapan tarif bea masuk pada tahun 2018 ke negara Amerika yang menjadi pasar utama perseroan.
Sebelumnya kata dia, perseroan menjadi produsen aluminum lembaran terbesar di asia Tenggara.
Sebagai gambaran, pendapatan ALMI amblas 59,6 secara tahunan tersisa USD18,293 juta pada akhir September 2024.
Walau beban pokok pendapatan turun 54,1 persen secara tahunan menjadi USD22,038 juta. Tapi ALMI tetap mengalami rugi kotor sedalam USD3,744 juta. Sejalan dengan itu, rugi kotor sedalam USD5,07 juta.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal