MarketNews.id Program tranformasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sepanjang 2023 lalu telah memperlihatkan hasil, positif. Emiten Bank ini konsisten mendorong penguatan struktur bisnis hingga lebih siap menghadapi dinamika dan tantangan ke depan. Hasil positif transformasi itu terlihat dari Rasio on Equity (ROE) sebesar 15,2 persen pada 2023.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat laba bersih di tahun 2023 (full year) sebesar Rp20,91 triliun. Realisasi ini tumbuh 14,2 persen jika dibandingkan di tahun lalu (year on year/ yoy) sebesar Rp18,31 triliun. Laba perusahaan anak berkontribusi Rp419,4 miliar dengan pertumbuhan 36,2 persen yoy.
Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar menjelaskan, kinerja positif yang diraih perseroan ini sejalan dengan upaya transformasi yang terus dilakukan dengan konsisten memperbaiki fundamental, melakukan efisiensi bisnis dan optimalisasi aset perseroan.
“Kami melihat transformasi ini lebih dari inisiatif tetapi ini menjadi langkah besar dan komitmen kami untuk terus tumbuh dan kembang kedepannya,” ujar Royke dalam konferensi pers virtual, Jumat 26 Januari 2024.
Di tahun 2023, angka penyaluran kredit BBNI tumbuh 7,6 persen yoy menjadi Rp695,1 triliun dari semula Rp646,2 triliun. Ditargetkan tahun 2024 ini penyaluran kredit dapat tumbuh 9-11 persen.
Pertumbuhan kredit utamanya berasal dari segmen prospektif berisiko rendah. Segmen ini menghasilkan penurunan profil risiko yang tergambar dari ATMR (Aset Tertimbang Menurut Risiko) untuk risiko kredit yang turun dari 82 persen di tahun 2019 menjadi 73 persen di tahun 2023.
Untuk CASA perseroan di tahun lalu tumbuh 3,6 persen dari Rp557,3 triliun menjadi Rp577,5 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2023 tercatat tumbuh 5,4 persen, menjadi Rp810,73 triliun.
Ditegaskan Royke bahwa melalui program transformasi tersebut, perseroan konsisten mendorong penguatan struktur bisnis sehingga lebih siap dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi ke depan. Hasil positif dari transformasi ini terlihat dari rasio Return on Equity (ROE) sebesar 15,2 persen pada 2023 atau meningkat sebesar 120 basis poin dari posisi 14 persen di tahun 2019.
“Pencapaian ini diperoleh di tengah nilai modal atau ekuitas yang terus meningkat, sehingga menggambarkan naiknya tingkat profitabilitas perusahaan,” ulasnya.
Hasil positif lain kinerja BBNI juga diperoleh dari perbaikan fundamental, termasuk kontribusi fee-based income, efisiensi operasional, serta kualitas aset.
“Transformasi tiga tahun terakhir telah menjadi turning point yang memperkuat fondasi bisnis kami di BNI,” pungkas Royke.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal