Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sepekan Perdagangan Saham Di BEI Seluruh Indikator Alami Penurunan.

Sepekan Perdagangan Saham Di BEI Seluruh Indikator Alami Penurunan.

Berdasarkan kalender perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), masa transaksi saham masih tersisa dua pekan lagi. Menurut perkiraan dalam dua pekan ke depan, jumlah dan nilai transaksi diperkirakan akan terus mengalami penurunan disamping pelaku bursa sebagian sudah lakukan libur nataru. Sementara, IPO baru diperkirakan masih akan hadir emiten baru yang sedikit banyak akan mempengaruhi perdagangan.

Selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 13-17 Desember 2021, rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) mengalami penurunan 16,67 persen menjadi Rp12,53 triliun dari Rp15,03 triliun per hari.


Selain itu, berdasarkan data perdagangan BEI yang dikutip di Jakarta, Minggu, 19 Desember 2021, data transaksi yang negatif selama sepekan juga tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian, yakni menurun 0,94 persen menjadi 1.309.827 kali transaksi dari 1.322.238 kali per hari pada pekan sebelumnya.


Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian selama sepekan menyusut 8,79 persen menjadi 23,4 miliar saham dari 25,66 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.


Nilai kapitalisasi pasar pada penutupan perdagangan pekan ini mengalami penurunan 0,72 persen menjadi Rp8.278,743 triliun dari Rp8.338,964 triliun pada penutupan akhir pekan sebelumnya.

Pergerakan IHSG selama sepekan ditutup melemah 0,77 persen ke level 6.601 dari 6.652 pada penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.


Pada perdagangan Jumat, 17 Desember 2021, investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp130,66 miliar, sedangkan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih Rp37,48 triliun.


Selama sepekan, BEI menerima dua pencatatan dua saham perdana yang dilakukan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), sehingga jumlah emiten baru pada tahun ini mencapai 53 Perusahaan Tercatat.


BEI juga menerima pencatatan tiga obligasi sepanjang perdagangan pekan ini, yakni Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I-2021 yang diterbitkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) senilai Rp3 triliun.


Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan V Tahap II-2021 yang diterbitkan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp1,46 triliun dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV-2021 yang diterbitkan PT Bussan Auto Finance ( BAFI ) senilai Rp500 miliar.


Dengan demikian, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang tahun ini sebanyak 95 emisi dari 56 emiten senilai Rp99,66 triliun.

Maka, saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 475 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp427,52 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan 123 emiten.


Adapun jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI sebanyak 141 seri, dengan nilai nominal Rp4.523,98 triliun dan USD300 juta. Sementara itu, jumlah Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sepuluh emisi senilai Rp5,25 triliun.

Check Also

Dua Kapal Pertamina, Pride Dan Gamsunoro Bersiap Melintas Selat Hormuz

MarketNews.id– PT Pertamina International Shipping (PIS), mengumumkan bahwa dua kapal miliknya yang sebelumnya tertahan di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *