MarketNews.id-Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO), telah menyetujui perpanjangan tenor obligasi III tahap IV. Kondisi ini Berpeluang pencabutan suspensi saham WSKT dilantai bursa.
Dari sisi keuangan, sepanjang semester pertama tahun ini WSKT mencatat penurunan utang hingga 20,8 persen jadi Rp66,5 triliun, pendapatan usaha naik 58,49 persen jadi Rp4,92 triliun. WSKT akan fokus pada proyek konektivitas dan infrastruktur air dan kembali ke core bisnis sebagai kontraktor murni dengan dukungan Danantara.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk merampungkan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019 setelah seluruh usulan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi ( RUPO ) pada Kamis 3 September 2026.
Persetujuan ini membuka peluang bagi pencabutan suspensi saham WSKT di Bursa Efek Indonesia. Para pemegang obligasi menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, salah satunya mengenai perpanjangan tenor.
Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, menegaskan komitmen perseroan untuk terus memperkuat struktur keuangan.
Sebelumnya, WSKT juga telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah disepakati oleh 21 bank.
“Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami menyelesaikan beragam proyek infrastruktur,” ujarnya, Jumat 4 September 2026.
Sejak akhir 2023, Waskita berhasil menurunkan utang sebesar 20,8 persen menjadi Rp66,5 triliun dari sekitar Rp84 triliun. Utang vendor past due juga menyusut drastis hingga 97,1 persen, dari Rp2,13 triliun pada 2022 menjadi Rp48 miliar per semester I 2026. Selain itu, kewajiban pajak past due telah diselesaikan sepenuhnya pada 2024.
Dari sisi kinerja, pendapatan usaha semester I 2026 melonjak 58,49 persen yoy menjadi Rp4,92 triliun, didorong proyek Sekolah Rakyat dan jaringan irigasi Kementerian PU. “Pencapaian ini membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan operasional,” jelas Wiwi.
Hingga Juni 2026, Nilai Kontrak Baru (NKB) mencapai Rp5,1 triliun. Perolehan itu didominasi oleh pekerjaan konektivitas sebanyak 45,6 persen, lalu disusul infrastruktur air sebesar 21,7 persen.
Ke depan, Waskita akan kembali fokus pada core business sebagai kontraktor murni, dengan dukungan Danantara sebagai pengelola investasi negara.
“Kami selektif dalam memilih proyek, berfokus pada skema monthly payment dan uang muka, serta menghindari turnkey maupun investasi,” katanya.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal