Home / Corporate Action / Kasus Wuling Surabaya: Konsumen Sudah Lunas Sejak Januari. Tapi Mobil Belum Diterima Konsumen

Kasus Wuling Surabaya: Konsumen Sudah Lunas Sejak Januari. Tapi Mobil Belum Diterima Konsumen

MarketNews.id-Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji mendampingi mediasi antara konsumen dengan salah satu dealer Wuling di Surabaya tengah viral di media sosial.

Warga bernama Nancy itu mengeluhkan proses pembelian mobil Wuling yang bermasalah, yakni membeli tunai, tapi unit tak kunjung diterima.

“Ada warga yang membeli mobil secara cash, namun mobil tak kunjung diberikan. Berbagai macam alasan diberikan sales mobil untuk menunda penyerahan unitnya,” tulis Cak Ji dalam keterangan video, dikutip pada Kamis, 3 September 2026.

Sudah Pelunasan ke Rekening Perusahaan Sejak Januari 2026

Nancy mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan pelunasan sejak Januari 2026 setelah sebelumnya membayar uang muka atau DP pada Desember 2025.

“Dari awal januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang dari pihak Wuling,” ucap Nancy.

“Waktu itu bayarnya langsung ke PT-nya ini, ke PT Putra Perdana Indoniaga tapi waktu itu saya dilayani sama salesnya yang namanya Raditya Febriyanto selaku SPV sales pada saat itu,” lanjutnya.

Nancy mengungkapkan bahwa sejak awal, proses pembelian mobilnya selalu didampingi Radit.

“Pertama saya ke sini untuk test drive, ditemui sama Pak Radit itu lalu saya di-handle sama dia. Terus DP Desember 2025 dan di Januari 2026 diminta melunasi,” jelasnya.

“Jadi, di awal Januari itu saya disuruh melunasi. Saya nggak curiga karena saya melunasi ke perusahaan, kalau ke sales juga nggak mau. Saya pelunasan ke perusahaan atas arahan dia,” imbuhnya.

Kuitansi Pembayaran Dianggap Tak Asli

Lebih lanjut, Nancy kemudian memberikan bukti pembayaran transfer kepada Radit dan mendapat kuitansi resmi yang diterima di kantor dealer.

“Kuitansinya resmi, ada stempel basahnya, ada materainya, ada logonya Wuling. Waktu itu saya dateng ya seperti biasa, kayak beli mobil,” ungkap Nancy.

Namun, pihak finance menyebut bahwa bukti pembayaran yang ia terima palsu.

“Saya dihubungi sama Bu Devi, finance sini, ditanya mana bukti-bukti pembayaran. Saya kasih semua, kuitansi, slip pembayaran ada nama saya, semua saya kasih,” imbuhnya.

“Mungkin ada penyalahgunaan data dan pemalsuan dokumen, jadi menurut mereka kuitansi ini enggak asli. Terus slip pembayaran yang ada nama saya itu dihapus semua,” sambungnya.

Sempat Berulang Kali Dijanjikan Mobil akan Segera Dikirim

Awalnya, Nancy memesan Wuling Darion. Namun, dirinya mendapat informasi bahwa unit tersebut mengalami masalah, termasuk dugaan kerusakan pada baterai dan sejumlah kendala lainnya.

Atas kondisi tersebut, Nancy mendapatkan opsi lain untuk beralih ke model Wuling Eksion.

“Uang yang saya sudah setor, ada sisa Rp55 juta jadi dikasih yang Eksion, nanti sisanya ditransfer ke saya,” kata Nancy.

“Saya buat surat somasi yang pertama untuk kepastian tanggalnya karena saya takut dijanjiin terus. Saya pada 22 Juni 2026 ditransfer Rp55 juta dan percaya tanggal 6 Juli 2026 mobilnya datang, ternyata kok lama enggak dikirim,” terangnya.

Saat meminta kepastian, ia mengetahui bahwa pihak dealer sedang membawa ke jalur hukum persoalan dengan Radit.

Wuling Motors Buka Suara

Melalui pernyataan resminya, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen. Mereka juga mengakui bahwa ada pelanggaran SOP yang dilakukan oleh salah satu oknum sales.

“Berdasarkan hasil penelusuran, telah ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi,” ungkap pihak Wuling Motors pada Kamis, 3 September 2026.

“Wuling Motors menegaskan, bahwa perusahaan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun yang dapat merugikan konsumen,” tegasnya.

Mengenai persoalan yang terjadi, pihak Wuling Motors berjanji akan mengambil tindakan dan melakukan langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan, serta melakukan evaluasi guna menjamin proses pelayanan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” tandasnya.


Check Also

Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar Buat Buyback Sahamnya Di Pasar Sekunder

MarketNews.id-Harga Saham Allo Bank atau BBHI dalam beberapa bulan terakhir bergerak penuh gejolak. Bahkan secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *