MarketNews.id-Investor sudah bergerak menyasar saham bervaluasi murah dan Indeks diproyeksikan akan terus menguat. CBPE naik 71,2 persen jadi saham top gainer dan BACH turun hingga 35,2 persen jadi toploser sepanjang pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ), mencatat penguatan 2,78 persen dalam perdagangan sepekan hingga Jumat 7 Agustus 2026 dan ditutup di level 6.409.
Kinerja tersebut memperpanjang tren positif IHSG menjadi enam pekan berturut-turut.
Penguatan IHSG terjadi di tengah perubahan preferensi investor yang mulai mencari peluang pada aset-aset dengan valuasi lebih menarik.
Pergeseran tersebut dinilai membuka ruang bagi pasar saham yang sebelumnya kurang diminati investor.
Pengamat pasar modal Hans Kwee, Sabtu (8/8), mengatakan, investor saat ini mulai mengalihkan perhatian dari saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) yang memiliki valuasi relatif tinggi menuju sektor atau saham dengan valuasi lebih murah.
Menurut Hans, tren penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut, meski indeks berpotensi memasuki fase konsolidasi. Dia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat pada perdagangan pekan berikutnya.
Hans memperkirakan area support IHSG berada di kisaran 6.300 hingga 6.201. Sementara itu, level resistance berada pada rentang 6.450 hingga 6.631.
Sejalan dengan penguatan IHSG , sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan sepanjang perdagangan pekan lalu.
Berdasarkan data aplikasi IPOT , PT Citra Buana Prasada Tbk (CBPE) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, melambung 71,2 persen dalam sepekan hingga mencapai Rp565 per lembar. Nilai transaksi saham tersebut tercatat Rp4 miliar.
Di posisi kedua, saham TRUK melejit 66,7 persen menjadi Rp720 dengan nilai transaksi Rp19,5 miliar. Sementara saham AGAR menempati posisi ketiga dengan penguatan terbesar. Saham tersebut melesat 58,7 persen ke posisi Rp1.000, dengan nilai transaksi sekitar Rp475,9 juta.
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan jual cukup besar. Saham BACH menjadi top loser dengan penurunan 35,2 persen dalam sepekan menjadi Rp570. Nilai transaksi saham tersebut tercatat paling besar di antara tiga emiten yang mengalami penurunan terdalam, yakni mencapai Rp1,23 triliun.
Saham TCPI menyusul dengan kerugian 22 persen jadi Rp3.940. Nilai transaksi TCPI selama sepekan mencapai Rp46,1 miliar. Sementara saham TGUK anjlok 18,2 persen menjadi Rp112 dengan nilai transaksi sekitar Rp124,5 juta.
Dari sisi nilai transaksi, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar sepanjang pekan. TPIA mencatat nilai transaksi Rp7,81 triliun, dengan volume perdagangan 36,6 juta lot dan frekuensi transaksi sekitar 487 ribu kali.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp7,12 triliun. Volume perdagangan BBCA mencapai 11,1 juta lot dengan frekuensi sekitar 207 ribu kali.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal