Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / IHSG Turun 0,86 Persen, IDX BASIC Jadi Sektor Terlemah Penyebab Indeks Turun

IHSG Turun 0,86 Persen, IDX BASIC Jadi Sektor Terlemah Penyebab Indeks Turun

MarketNews.id-Sepanjang perdagangan saham hari, IDX BASIC jadi sektor paling lemah dengan terjadi penurunan sebesar 1,17 persen dan jadi penekan utama IHSG turun 0,86 persen ke level 6.394.

Penurunan Indeks semakin diperkuat dengan melemahnya saham AMMN sebesar 2,59 persen ke harga Rp4.140, sedangkan saham TPIA alami penurunan sebesar 0,76 persen.

Berdasarkan data di aplikasi IPOT , IDXBASIC menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam pada perdagangan hari ini. Dari 11 indeks sektoral, sebanyak sembilan indeks ditutup melemah, sedangkan hanya dua indeks yang mampu bertahan di zona hijau.

AMMN merupakan emiten dengan market cap terbesar di IDXBASIC, yakni mencapai Rp300 triliun. Dengan pelemahan saham ini sebesar 2,59 persen, maka tekanan terhadap emiten ini menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja IDXBASIC.

Selain AMMN, saham TPIA dengan market cap Rp168 triliun juga tercatat melemah 0,76 persen ke level 1.950.
Setelah IDXBASIC, pelemahan terdalam berikutnya terjadi pada indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) sebesar 0,91 persen, dengan koreksi paling tajam terjadi pada saham PGUN (-7,4%) dan WMPP (-5,3%).

Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menurun 0,88 persen, dengan pelemahan terdalam pada FAST yang mengalami ARB (-14,7%) dan SONA juga ARB (-9,7%).
Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,78 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada RSGK (-3,6%) dan HALO (-2,9%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) dengan pelemahan terbesar pada DWGL (-11,9%) dan TCPI (-11,8%).

Berikutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) merosot 0,76 persen, dengan koreksi paling tajam pada saham PADA (-6,7%) dan VISI (-4,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terkoreksi 0,64 persen, dengan penurunan terdalam pada KREN (-7,7%) dan WGSH (-5%).

Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 0,43 persen, dengan pelemahan terbesar pada saham ARTO (-5,3%) dan BEKS (-4,2%). Lalu, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat melemah 0,28 persen, dengan penurunan paling dalam pada KJEN (-9,5%) dan MIRA (-6,9%).

Pada sisi lain, dua indeks sektoral berhasil menguat. Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) meningkat 0,86 persen, dengan kenaikan terbesar terjadi pada saham WEGE (+23,6%) dan ARKO (+9,6%).

Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 0,57 persen, dengan peningkatan terbesar pada BSDE (+6,6%) dan APLN (+5,8%).
Penguatan pada IDXINFRA, terutama didukung MORA sebagai emiten pemiliki market cap senilai Rp246 triliun, harga sahamnya meningkat 0,98 persen ke level 5.150.

Lalu, ISAT sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar Rp88,3 triliun, sahamnya melonjak 5,38 persen ke level 2.740.
Sementara itu, penguatan IDXPROPERT antara lain didukung MPRO yang merupakan emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp132 triliun, harga sahamnya meningkat 0,57 persen ke level 13.300. Kemudian, CBDK dengan market cap Rp21,4 triliun, sahamnya menguat 0,53 persen ke posisi 3.790.

Check Also

BI Siap Fasilitasi Transaksi Renminbi China Bernilai Sekitar Rp713,34 Triliun Per Tahunnya

MarketNews.id-Semakin tingginya lonjakan kebutuhan mata uang Renminbi di dalam negeri yang semakin meningkat, Bank Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *