Home / Otoritas / Bank Indonesia / 49 Tahun Pasar Modal Indonesia, Bertekad Jadi Pasar Modal Tepercaya Dan Tangguh

49 Tahun Pasar Modal Indonesia, Bertekad Jadi Pasar Modal Tepercaya Dan Tangguh

MarketNews.id-Senin, 10 Agustus 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia atau perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Tema yang diambil kali ini adalah “Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Tepercaya dan Tangguh”, yang ditandai dengan Seremoni Pembukaan Perdagangan dan konferensi pers OJK bersama SRO.

Momentum tersebut juga diwarnai dengan peluncuran perdana ETF Emas melalui pencatatan lima produk dari lima Manajer Investasi, yang memberikan alternatif investasi emas tanpa kepemilikan fisik sekaligus mendukung diversifikasi portofolio dan pengembangan ekosistem bulion nasional.

Sejalan dengan agenda reformasi untuk memperkuat transparansi, likuiditas, tata kelola, infrastruktur, dan pengembangan produk, hingga 7 Agustus 2026 jumlah investor pasar modal sudah mencapai 30,3 juta investor dengan 962 perusahaan tercatat.

Ke depan, BEI bersama SRO dan OJK berkomitmen melanjutkan transformasi dan reformasi secara berkelanjutan guna mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin tepercaya, tangguh, inklusif, dan berdaya saing serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian pada Rabu 12 Agustus 2026, BEI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 secara hybrid di Jakarta yang dihadiri 90 Pemegang Saham atau mewakili 100% hak suara.

RUPSLB menyetujui pengangkatan Alex Widi Kristiono sebagai Anggota Dewan Komisaris BEI untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2024–2028, serta membahas agenda lain-lain terkait perubahan struktur kepemilikan saham Perseroan dan perubahan nama beberapa Anggota Bursa.

Dalam kesempatan tersebut, BEI juga menyampaikan perkembangan persiapan demutualisasi Perseroan sejalan dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan independensi Bursa, dengan seluruh proses dilakukan melalui koordinasi bersama OJK dan komunikasi dengan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

BEI bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) menyelenggarakan Impact Investment Festival 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, pada Kamis 13 Agustus 2026 dengan tema “Unlocking Impact at Scale through Capital Markets”.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi regulator, investor, lembaga keuangan, organisasi sosial, dan pelaku industri untuk membahas pengembangan impact investing melalui pasar modal, termasuk peran kolaborasi lintas sektor serta pengembangan produk investasi yang memberikan imbal hasil finansial dan dampak sosial terukur.

Melalui kegiatan ini, BEI terus mendorong Synergistic Value Creation dengan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Gunanya untuk mempertemukan sumber modal dengan berbagai inisiatif berdampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, data perdagangan saham di BEI selama periode 10—14 Agustus 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi. Kapitalisasi pasar BEI mengalami peningkatan 0,28 persen menjadi Rp11.243 triliun dari Rp11.212 triliun pada pekan lalu.

Kemudian, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan 0,12 persen sehingga ditutup pada level 6.401,888 dari posisi 6.409,654 pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami perubahan yaitu sebesar 1,07 persen menjadi Rp15,21 triliun dari Rp15,38 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turut mengalami perubahan sebesar 14,86 persen menjadi 34,01 miliar lembar saham dari 39,95 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami perubahan sebesar 9,67 persen menjadi 2,09 juta kali transaksi dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Adapun investor asing hari Jum’at 14 Agustus 2026 mencatatkan nilai jual bersih Rp1,034 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp72,873 triliun.

Check Also

Pasca Gempa NTT, Pemerintah Sudah Kirim  27 Ton Logistik Dan 3.500 personel TNI/Polri

MarketNews.id– Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *