Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Saham JELI Naik 25 Persen Saat Diperdagangkan Perdana, Tembus Batas ARA Ke Level 1.125

Saham JELI Naik 25 Persen Saat Diperdagangkan Perdana, Tembus Batas ARA Ke Level 1.125

MarketNews.id-Di tengah pasar saham penuh dengan gejolak belakang ini, PT Niramas Utama Tbk (JELI), mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham berkode JELI ini langsung mendapat respon positif dengan terjadinya kenaikan harga hingga 25 persen dan menyentuh batas ARA.

Dari hasil penjualan saham ini, JELI menghimpun dana IPO Rp239,4 Miliar dari 266 juta saham yang dilepas atau setara 21,01 persen dari modal disetor.

Saat memulai transaksi perdana di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) langsung melesat batas auto-rejection atas (ARA) atau menguat 25 persen ke posisi Rp1.125 dari harga penawaran senilai Rp900 per saham.

Pada pencacatan perdana saham hari ini 7 Juli 2026 berhasil menguat optimal ke level 1.125, sehingga nilai kapitalisasi pasar JELI ikut terkerek menjadi Rp1,42 triliun dari sebelumnya senilai Rp1,14 triliun.

Pada pelaksanaan IPO di periode 1-3 Juli 2026, JELI mematok harga Rp900 per lembar atau berada di batas bawah rentang harga book building Rp900-Rp1.120 per saham. Perseroan juga hanya melepas saham ke publik sebanyak 266 juta lembar atau setara 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Sebelumnya, JELI berencana melepas saham ke masyarakat sebanyak 350 juta lembar setara 25,93 persen.

Dengan demikian, melalui aksi korporasi ini perseroan bisa menghimpun dana publik di pasar primer senilai Rp239,4 miliar atau lebih rendah dari harapan sebelumnya sekitar Rp315 miliar-Rp392 miliar.

Pada aksi korporasi ini, manajemen JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.

Rencananya, sebesar 51,04 persen dana hasil IPO –setelah dikurangi biaya-biaya emisi– akan digunakan untuk menambah penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) dalam bentuk ekuitas, yang akan dilaksanakan pada Kuartal III-2026.

Adapun sebesar 18,36 persen akan digunakan JELI untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin, sebesar 10,63 persen untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan sisanya akan digunakan JELI sebagai modal kerja.

“Pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham,” kata Direktur JELI, Adhi S Lukman di Gedung BEI Jakarta hari ini.”

Check Also

Pemerintah Proyeksikan Pendapatan Negara 2026 101,7 Persen Dari Target APBN

MarketNews.id-Pemerintah hingga akhir 2026, memproyeksikan belanja negara sebesar Rp3.942, 4 triliun atau 102,6 persen dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *